Loading
Mobil listrik murni Suzuki eVitara yang dipamerkan pada acara peluncurannya di Indonesia International Auto Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memasuki era kendaraan listrik murni dengan meluncurkan Suzuki eVitara di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Model ini menjadi mobil listrik battery electric vehicle (BEV) global pertama Suzuki yang dipasarkan di Indonesia.
Suzuki eVitara ditawarkan dengan harga Rp755 juta untuk varian single tone, sementara pilihan warna two-tone dibanderol Rp758 juta. Sebelumnya, mobil listrik ini sempat diperkenalkan ke publik Tanah Air sebagai unit display pada ajang GIIAS 2025, sebelum akhirnya resmi dijual tahun ini.
Secara dimensi, Suzuki eVitara memiliki panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.635 mm, dengan jarak sumbu roda 2.700 mm dan ground clearance 180 mm. SUV listrik ini dibangun di atas platform terbaru Heartect-e, yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik.
Platform tersebut diklaim mampu mengakomodasi baterai secara optimal, meningkatkan keselamatan termasuk perlindungan tegangan tinggi, sekaligus menjaga efisiensi dan kenyamanan berkendara.
Untuk varian baterai 49 kWh, eVitara mengusung penggerak roda depan (FWD) dengan tenaga 144 tenaga kuda (TK) dan torsi 189 Nm. Sementara baterai 61 kWh tersedia dalam opsi FWD dan all-wheel drive (AWD).
“Berdasarkan pengujian standar WLTP, Suzuki eVitara mampu menempuh jarak hingga 428 kilometer dalam sekali pengisian daya,” ujar Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra.
Dari sisi fitur, eVitara telah dibekali teknologi modern seperti Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2, airbag di berbagai titik, serta mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.
Sebagai informasi, IIMS 2026 digelar pada 5–15 Februari 2026 dengan skala yang lebih besar dan program yang semakin beragam. Pameran otomotif ini menargetkan total transaksi Rp8 triliun serta 570 ribu pengunjung selama penyelenggaraan.