Loading
Djokovic Raih Gelar ke-100 di Geneva Open 2025 Usai Kalahkan Hurkacz. (Antaranews)
JENEWA, ARAHKITA.COM - Novak Djokovic mencatatkan tonggak sejarah baru dalam karier tenisnya dengan meraih gelar ke-100 di level tur. Pencapaian itu ia raih usai menjuarai Gonet Geneva Open 2025 di Jenewa, Swiss.
Djokovic menang dramatis atas unggulan keenam Hubert Hurkacz dengan skor 5-7, 7-6(2), 7-6(2) dalam laga final turnamen ATP 250 di lapangan tanah liat tersebut.
Dia bergabung dengan Jimmy Connors dan Roger Federer untuk mencatatkan sejarah sebagai petenis yang meraih setidaknya 100 gelar dalam karirnya.
“Saya ingin berterima kasih kepada istri dan anak-anak saya yang telah datang selama tiga hari masa libur sekolah mereka untuk menemani saya,” ucap Djokovic dalam pidato kemenangan yang dikutip dari laman resmi ATP, Minggu (25/5).
“Saya mencintai kalian, terima kasih banyak telah datang menemui saya, untuk ulang tahun saya, untuk datang menemui keluarga saya di Jenewa."
Djokovic membalikkan defisit 2-4 di set penentuan sebelum memastikan kemenangan setelah tiga jam lima menit, pertandingan terlama dalam turnamen tersebut tahun ini.
"Tim saya, terima kasih, tidak hanya karena telah bersama saya di saat-saat baik, tetapi juga di saat-saat buruk. Hanya kalian yang tahu betapa sulitnya mempertahankan tingkat kegilaan saya di lapangan," ujar Djokovic dikutip Antara.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah meraih, bersama saya, kemenangan ke-100 ini."
Pada awal pertandingan final, Djokovic tampak gugup yang ditandai dengan kesalahan ganda pertamanya pada set point di pembuka.
Hurkacz tidak kehilangan satu poin pun dalam tiga service gim pembuka set terakhir, menurut statistik ATP, tetapi Djokovic tetap bertekad untuk mengalahkan lawannya dan mencatat kemenangan head to head kedelapan berturut-turut atas petenis Polandia itu (8-0).
Momen penentu final terjadi pada gim kedelapan set terakhir, saat Hurkacz melakukan servis pada kedudukan 4-3 dengan break.
Ia membuka dengan melepaskan pukulan forehand di net untuk mengatur tempo permainan, di mana ia melakukan kesalahan ganda sebelum Djokovic berjuang keras untuk menang dengan winner pada kedudukan 30/40 untuk melakukan break kembali dan menghentikan momentum petenis Polandia itu.
"Saya hanya mencoba bertahan, saya tidak tahu bagaimana saya mematahkan servisnya. Ia mungkin mematahkan servisnya sendiri di set ketiga, saat ia unggul 4-3, tetapi inilah yang terjadi di level tertinggi," kata Djokovic.
"Sangat sedikit poin yang menentukan pemenang. Pertandingan yang luar biasa, 7-6 di set ketiga dengan stadion yang penuh, atmosfer yang indah. Saya bersyukur bisa meraih kemenangan ke-100 di sini."
Hurkacz menjalani operasi meniskus pada Juli tahun lalu sebelum mencapai peringkat dunia tertinggi dalam karirnya, No. 6 sebulan kemudian.
Di Jenewa, ia memiliki tujuan untuk memenangi trofi tur ATP kesembilannya dan yang kedua di lapangan tanah liat sebelum ia terhenti oleh comeback luar biasa dari Djokovic.
"Selamat kepada Novak, keluarganya, dan timnya. Seratus (gelar), itu banyak,” kata Hurkacz sambil tertawa saat penyerahan trofi.
"Sungguh menginspirasi bagaimana Anda menampilkan diri di lapangan, di luar lapangan. Sungguh luar biasa apa yang telah Anda capai, jadi selamat untuk itu dan untuk apa yang telah Anda lakukan untuk seluruh olahraga tenis."