Loading
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama (kiri). (honda.racing)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas balap di berbagai negara, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama akhirnya bisa pulang sejenak ke tanah air. Momen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi rider Honda Team Asia untuk melepas rindu dengan keluarga sekaligus menikmati suasana kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan.
“Senang bisa kembali, bisa merasakan masakan Indonesia lagi,” kata Veda dalam sesi wawancara di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kepulangan Veda kali ini memang tidak berlangsung lama. Pembalap asal Gunungkidul itu hanya memiliki waktu sekitar satu pekan di Indonesia sebelum kembali menjalani agenda balap internasional. Selain beristirahat, ia juga harus mengurus visa sebagai bagian dari persiapan melanjutkan kompetisi musim ini.
Meski singkat, waktu yang dimiliki dimanfaatkan Veda untuk berkumpul bersama keluarga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga berencana mengunjungi kembali Pasar Sapi Siyono Harjo, tempat yang memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya sebagai pembalap.
Bagi Veda, lokasi tersebut bukan sekadar pasar hewan. Dari area parkir Pasar Sapi Siyono Harjo itulah pembalap kelahiran 23 November 2008 tersebut pertama kali mengenal dunia balap motor. Tempat sederhana itu menjadi saksi langkah awalnya sebelum berkembang menjadi salah satu talenta muda terbaik Indonesia di ajang balap internasional.
Dalam profil resmi MotoGP disebutkan bahwa Veda mengikuti balapan pertamanya saat berusia enam tahun. Saat itu, ia berlatih di area parkir pasar dengan dukungan penuh dari sang ayah, Sudarmono, mantan pembalap nasional yang menjadi sosok penting dalam tumbuhnya kecintaan Veda terhadap olahraga balap motor.
Perjalanan dari lintasan sederhana di Gunungkidul kemudian membawanya menembus panggung internasional. Kariernya terus menanjak setelah berhasil menjuarai Asia Talent Cup 2023. Ia kemudian tampil impresif di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan mengakhiri musim 2025 sebagai runner-up.
Prestasi tersebut membuka jalan bagi Veda untuk menjalani debut penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia pada musim 2026. Tidak butuh waktu lama, pembalap muda Indonesia itu langsung mencatatkan sejarah.
Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang Grand Prix setelah finis di posisi ketiga pada balapan Moto3 Brasil. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia balap motor Indonesia di level dunia.
Meski berhasil mewujudkan salah satu impian masa kecilnya, Veda menyadari bahwa perjalanan masih panjang. Baginya, tampil di Grand Prix bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
“Yang saya rasakan, ya, senang karena memang salah satu mimpi saya. Namun dari sini, saat saya bisa sampai sini, saya juga berpikir pastinya saya harus lebih keras lagi latihan karena ada target,” ujar Veda.
Pembalap berusia 17 tahun itu juga mengajak generasi muda Indonesia untuk terus mengejar mimpi di dunia balap. Menurutnya, peluang untuk menembus level dunia kini semakin terbuka berkat jalur pembinaan yang sudah tersedia.
“Harus semangat berlatih dan terus berusaha keras karena semua sudah ada jalannya. Di Indonesia dari Astra, sudah didukung sampai bisa ke Grand Prix,” ujar Veda.
Perjalanan Veda Ega Pratama dari parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo hingga podium Moto3 menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari tempat yang sederhana. Dengan usia yang masih sangat muda, pembalap asal Gunungkidul itu kini membawa harapan baru bagi Indonesia di panggung balap motor dunia.