ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Dr. Salman Habeahan: Frans Seda Milik Bangsa Indonesia, Pewaris Masa Depan, Layak Dianugerahi Pahlawan Nasional

Selasa , 24 Januari 2023 | 13:39
Dr. Salman Habeahan: Frans Seda Milik Bangsa Indonesia, Pewaris Masa Depan, Layak Dianugerahi Pahlawan Nasional
Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Dr. Salman Habeahan, MM berbicara ketika menghadiri Seminar Nasional Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam menata Kemajuan Bangsa, yang digelar Keluarga Besar Maumere Jakarta Raya (KBM Jaya)di Hotel Grand Sahid Jaya-Jakarta, Jumat, 20 Januari 2023. (Foto: Istimewa)
POPULER
Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Pengujian KUHP

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas KatolikKementerian Agama RI, Dr. Salman Habeahan, MM mengatakan Frans Seda, milik semua bangsa Indonesia, dan dalam perjalanan hidupnya banyak mewariskan masa depan bangsa khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan ekonomi dan media.

“Frans Seda, milik semua bangsa Indonesia, dan dalam perjalanan hidupnya banyak mewariskan masa depan bangsa khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan ekonomi dan media. Frans Seda sangat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional,” demikian tanggapan Dr. Salman Habeahan ketika menghadiri  Seminar Nasional “Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam menata Kemajuan Bangsa,  yang digelar Keluarga Besar Maumere Jakarta Raya (KBM Jaya)di Hotel Grand Sahid Jaya-Jakarta, Jumat, 20 Januari 2023.

Menurut Dr. Salman Habeahan, Frans Seda meninggalkan banyak legacy penting dalam perjalanan pembangunan Bangsa Indonesia. Ia bukan sekedar teknokrat sejati, tetapi perannya sangat dirasakan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kebijakan Frans Seda sebagaimana ditegaskan Menteri Sri Mulayani, dan Melcias Markus Mekeng, Politisi senior Partai Golkar, seperti dalam pembangunan ekonomi yang berimbang dan berkelanjutan, penamaman modal asing, legacy dalam bidang pendidikan dan media cetak; pendiri Universitas Atmajaya, dan Kompas. Dan masih banyak legacy yang ditinggalkan sosok Frans Seda dalam perjalanan bangsa Indonesia yang dapat disampaikan.

“Fakta dan data sejarah berbicara, bahwa Sosok Frans Seda sangat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sebagai salah satu bentuk penghargaan negara terhadap jasa dan perjuangan beliau untuk Bangsa Indonesia,” tegas Dr. Salman Habeahan, pengajar Pascasarjana Universitas Budi Luhur Jakarta.

Lebih jauh, Dr. Salman Habeahan menegaskan bahwa keutamaan yang diwariskan oleh Frans Seda dalam sejarah pembangunan bangsa Indonesia, bukan hanya dalam bidang ekonomi, pendidikan dan media, tetapi warisan keutamaan (virtus) dalam hidup beliau, dimana nilai-nilai integritas, etika dan estetika yang  selalu tampak dalam hidup dan karyanya harus dirawat sebagai bagian dari proses pendidikan politik bagi generasi muda Indonesia.

Salman Habeahan

Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas KatolikKementerian Agama RI, Dr. Salman Habeahan, MM. (Foto: Istimewa)

“Frans Seda adalah tokoh bangsa yang menjadi persembahan yang harum masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk pembangunan Bangsa Indonesia. Semangat perjuangan  Bangsa dan pengabdian untuk Gereja (Pro Ecclesia et Patria) tercermin dalam jejak-jejak kehidupan Frans Seda,”tandas Dr Salman Habeahan.

Lanjut Dr Salman, legacy yang ditinggalkan Frans Seda penting untuk dirawat dan ditumbuh kembangkan bukan hanya berhenti pada pemberian Gelar Pahlawan Nasional yang sedang diperjuankan, tetapi seluruh cita-cita dan perjuangan hidupnya, nilai-nilai keutamaan Frans Seda dalam menata kemajuan bangsa penting dan sangat relevan digelorakan kembali ditengah defisitnya nilai-nilai keteladanan dari para pemimpin nasional di Indonesia.

“Frans Seda secara fisik boleh tidak ada, tetapi legacy dan nilai-nilai keutamaan yang telah diwariskan untuk generasi muda Indonesia harus tetap hidup,”ujar Dr, Salman.     

Dr. Salman menekankan agar semangat dan nilai nilai keutamaan Frans Seda tetap hidup dan dapat menyemangati/mengedukasi orang orang muda Indonesia, sebaiknya ke depan didirikan Frans Seda Institut atau Frans Seda Center sebab Frans Seda bukan lagi milik org Flores saja tetapi milik seluruh rakyat Indonesia, maka semangatnya harus menjadi warisan seluruh orang muda Indonesia.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR