ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Soal Pemberhentian dr Feliks Duwit, Begini Klarifikasi Bupati Sorsel

Selasa , 16 Maret 2021 | 17:00
Soal Pemberhentian dr Feliks Duwit, Begini Klarifikasi Bupati Sorsel
Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MAP memimpin apel bersama di halaman RSUD Scholoo Keyen Teminabuan Sorong Selatan, Senin 15 Maret 2021. (Foto-Foto: Arahkita/Engelberto)
POPULER
Menaker Ingatkan Pengusaha Kena Denda dan Sanksi Jika Tidak Bayar THR

TEMINABUAN, ARAHKITA.COM - Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MAP memimpin apel bersama di halaman RSUD Scholoo Keyen Teminabuan Sorong Selatan, Senin 15 Maret 2021.

Hadir dalam apel ini Asisten Bupati, Staf Ahli pimpinan OPD, Direktur RSUD Scholoo Keyen, seluruh Nakes di lingkungan RSUD Scholoo Keyen serta PNS dari berbagai Instansi.

Dalam apel tersebut Bupati Sorsel menepis suatu postingan akun Youtube yang beredar di dunia maya menyatakan bahwa Bupati Samsudin Anggiluli,SE,MAP memberhentikan seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Feliks Duwit M.Sc.MPH Sp PD.

Menurutnya pernyataan itu keliru. Pihaknya mengeluarkan surat keputusan pemberhentian karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

"Pengunduran diri ini dilakukan oleh dr Felix Duwit di kala beliau ingin menjadi calon Wakil Bupati Sorong Selatan pada Pilkada 2020 lalu sehingga dengan tanpa paksaan dan telah bersedia untuk tidak mau menjadi Pegawai Negeri Sipil lagi dan dengan kata lain menolak jabatan sebagai Direktur RSUD Scholoo Keyen,”ungkapnya

Dan jika yang bersangkutan ingin mejadi dokter PTT dapat mengajukan lamaran baru sebagai dokter spesialis PTT kepada Pemda Sorong Selatan dan bekerja kembali di RSUD Scholoo Keyen jika diterima di Pemda Sorong Selatan,”jelas Bupati

Saya sangat heran atas pernyataan Dokter Feliks Duwit yang hendak mempengaruhi dokter spesialis yang ada di Sorong Selatan dan di Indonesia untuk tidak bekerja di RSUD Scholoo Keyen Sorong Selatan dan ini merupakan pernyataan yang keliru,”ungkap Bupati Sorsel.

“Sebagai seorang Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Provinsi Papua Barat saya yakin bahwa organisasi ini tidak memberi kewenangan kepada Dokter Feliks Duwith untuk melarang para dokter ataupun tenaga kesehatan untuk bertugas di Sorong Selatan,”kata Bupati Sorsel.

6b40a7f8-de82-42c3-a431-6c0cf67ef331

Bupati Sorsel berharap seluruh tenga kesehatan yang ada diRSUD Scholoo Keyen untuk tidak mendengarkan informasi yang menyesatkan yang sengaja diciptakan untuk menurunkan kinerja di RSUD Scholoo Keyen ini. "Mari kita buktikan bahwa kita mampu membangun dan meningkatkan kualitas rumah sakit ini lebih maju lagi ke depan,"tandasnya.

Dalam kesempatan yanga sama Bupati Samsudin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan yang mengabdi di Rumah Sakit maupun di Puskesmas Puskesmas yang tersebar di15 Distrik di seluruh kabupaten Sorong Selatan yang telah melaksanakan tugas-tugas kenegaraan dengan baik dimana kita semua mengalami bahwa di tahun 2020 pada bulan Maret telah terjadi wabah virus COVID-19 di seluruh wilayah dan selaku unjung tombak tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan terbaik di masing-masing unit kerja. Saat ini masih dalam tahapan vaksin mulai dari vaksinasi Tenaga Medis pejabat baik anggota TNI,POLRI PNS dan nantinya juga kepada warga masyarakat.

"Saya berharap seluruh pimpinan OPD dan seluruh Aparatur Sipil Negara sesuai arahan bapak Presiden, Mendagri bahwa wajib kita semua divaksin dan jangan mendengar isu maupun membuat isu yang tidak benar tentang vaksin ini. Selaku Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia hendaknya kita mematuhi perintah atasan kita,"pintanya.

Vaksin ini telah dilakukan melalui berbagai uji klinik dan uji coba yang telah diperhitungkan oleh para ahli, "ungkap Bupati Sorsel, sehingga menjadi kewajiban kita untuk menjelaskan kepada warga

Penvaksinan ini kata dia, dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sehingga dapat memulihkan pertumbuhan perekonomian agar kembali menjadi normal dengan demikian jika penanganan Covid 19 telah pulih perekonomian daerah pun menjadi lebih baik. Di tahun ini penerimaan Negara sangat kecil sehingga APBD kabupaten Sorong Selatan pun turun dari Rp900 Milyar turun menjadi Rp700 milyar untuk pembangunan di segala bidang

"Dengan vaksinasi yang diberikan diharapkan kekebalan tubuh seluruh warga semakin baik sehingga kerja kerja kita dapat lebih baik lagi ke depan sehingga menberikan penerimaan bagi Negara kita ini. Untuk itu jika pada tahap 2 nanti semua pegawai diminta untuk hadir mengikuti vaksinasi tahap 2,"pungkasnya.

Editor : Farida Denura
Reporter : Engelberto
KOMENTAR