ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Pukul 18.05 WIB

Habibie Wafat, Thareq Habibie: Karena Sudah Menua dan Memakan Usia

Rabu , 11 September 2019 | 18:45
Habibie Wafat, Thareq Habibie: Karena Sudah Menua dan Memakan Usia
Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden RI ke-3 BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di Pavilyun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Thareq Habibie mengonfirmasi penyebab Presiden Ketiga Republik Indonesia itu tutup usia karena faktor usia

"Karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi," kata Thareq Kemal Habibie dalam pesan singkat yang diterima pada Rabu malam.

Anak kedua BJ Habibie itu mengatakan, Habibie tutup usia di umur 83 tahun pada Rabu pukul 18.05 WIB di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Sampai titik terakhir saya masih ada di situ tapi hari ini pada tanggal 11 September 2019 jam 18 lebih lima, Presiden RI Ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, sudah meninggal," ujar Thareq.

Thareq mengapresiasi kinerja dokter yang telah menangani kondisi kesehatan Habibie selama empat hari terakhir.

Ia turut memohon doa dari seluruh masyarakat setelah berpulangnya tokoh besar yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 1998-1999 itu.

"Tidak ada yang bisa dibuat apa-apa lagi mohon doanya, terima kasih, mohon pengertian bahwa kami dalam keadaan berduka," kata Thareq sebagaimana diberitakan Antara.

Sebelumnya, sejak Minggu (8/9) Habibie dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Subroto.

Meski sempat dinyatakan membaik, namun kondisinya kembali menurun pada Rabu dan tutup usia pada pukul 18.05 WIB.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang juga merupakan keponakan Habibie, mengatakan bahwa keluarga dekat sudah berkumpul sejak sore

Rusli Habibie mengatakan pihaknya mewakili keluarga B.J Habibie sudah mengikhlaskan dan merelakan kepergian Presiden ke-3 RI itu untuk selamanya.

"Kami ikhlas dan minta masyarakat di Gorontalo dan seluruh Indonesia mendoakan almarhum. Kami memang sudah berkumpul sejak kemarin. Semua lengkap ada anak-anaknya, saudara, hingga cucu dan ponakan," kata Rusli di Jakarta dihubungi dari Gorontalo.

Dia mengungkapkan dirinya sempat melakukan dzikir bersama mendoakan kesembuhan pamannya tersebut, bersama sejumlah tokoh lainnya yang dipimpin oleh Akbar Tandjung.

Rusli mengungkapkan hal terakhir yang dibahasnya bersama Habibie adalah pesawat buatan Indonesia yang dapat menghubungkan antarpulau.

"Beliau bilang Indonesia sangat membutuhkan pesawat itu. Dia punya harapan besar itu akan terealisasi," tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar doa untuk mengantarkan kepergian Habibie pada Rabu malam.

Doa bersama tersebut ,sebelumnya diniatkan untuk mendoakan kesembuhan Habibie dari kondisi kesehatannya yang menurun dalam beberapa hari terakhir

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu pukul 18.05 WIB.

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR