ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Paslon Nomor 02 Tegaskan Tidak Akan Terima Hasil Perhitungan Pilpres 2019

Selasa , 21 Mei 2019 | 12:53
Paslon Nomor 02 Tegaskan Tidak Akan Terima Hasil Perhitungan Pilpres 2019
Capres nomor 02 Prabowo Subianto. (Menit Pertama)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, yang telah diumumkan KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

"Kami pihak pasangan capres-cawapres 02 menolak semua hasil rekapitulasi suara Pilpres yang diumumkan KPU pada Selasa dini hari tadi," kata Prabowo dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dikatakan Prabowo, pihaknya telah memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki proses namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya untuk memperbaiki proses tersebut. "Kami semua menolak seluruh hasil pengumuman KPU dinihari tadi di saat semua orang masih tidur,"tandas Prabowo.

Menurut Prabowo pengumuman hasil tersebut juga dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan berbagai indikasi kecurangan pada 14 Mei lalu dan tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama perhitungan tersebut bersumber pada kecurangan.

Menurut dia, pihaknya telah memberikan kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki semua proses rekapitulasi suara agar mencerminkan Pemilu yang jujur dan adil.

"Namun hingga terakhir, tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki proses tersebut. Karena itu seperti yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei lalu, kami paslon 02 menolak semua suara Pilpres yang diumumkan KPU pada Selasa dini hari," ujarnya.

Selain itu menurut Prabowo, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum sesuai konstitusi untuk membela kedaulatan rakyat yang hak konstitusinya dirampas.

Dia mengatakan pihaknya akan melakukan upaya hukum dan konstitusional untuk membuktikan bahwa rakyat menjunjung tinggi kehidupan hukum dan demokrasi.

"Cukup jelas sikap kami pada 14 Mei lalu dan setelah itu menjadi pegangan untuk tahu sikap ke depan bahwa ada upaya hukum dan konstitusional lain," katanya.

Selain itu dia menyerukan kepada komponen masyarakat, relawan dan para pendukungnya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum. Menurut dia, aksi menyampaikan pendapat dilaksanakan dengan damai, berakhlak dan konstitusional.
Hadir dalam konferensi pers tersebut cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dan para petinggi BPN Prabowo-Sandi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka membela kedaulatan rakyat Prabowo menyerukan seluruh komponen masyarakat, relawan pendukung untuk tetap menjaga ketertiban umum. Dalam melakukan aksi demo selalu kedepankan aksi damai, konstitusional.

Sebelumnya diberitakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga menyatakan menolak penetapan hasil rekapitulasi suara nasional pilpres yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. BPN Prabowo menyatakan tetap akan melawan ketidakadilan dan kebohongan terkait Pilpres 2019.

"Bahwa kami, saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi," ujar Azis dalam rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil suara di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari. 

Ketua KPU Arief Budiman dalam rapat pleno menetapkan hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Pilpres 2019

 

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR