ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Wisuda Virtual USAHID ke-44

Kisah Yudi Tri Wicaksono Sekeluarga Terkena COVID-19, Ditinggal Ayah Dua Hari Sebelum Wisuda

Minggu , 13 Desember 2020 | 12:30
Kisah Yudi Tri Wicaksono Sekeluarga Terkena COVID-19, Ditinggal Ayah Dua Hari Sebelum Wisuda
Yudi Tri Wicaksono, lulusan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Sahid (Usahid), Jakarta didampingi ibundanya. (Tangkapan Layar)
POPULER
Kabar Gembira, Pemerintah Beri KUR untuk Wirausaha Alumni Kartu Prakerja

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Yudi Tri Wicaksono adalah lulusan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Sahid (Usahid), Jakarta. Saat digelar wisuda virtual ke-44 Usahid, tahun ajaran 2019/2020, Yudi didaulat mewakili para wisudawan untuk memberi pesan dan kesan.

Yudi adalah sosok wisudawan yang sekeluarga terkena COVID-19 dan harus menjalankan isoloasi mandiri. Selain itu kesedihan ditinggal ayahanda tercinta dua hari lalu menjelang wisuda. Meski keluarga ini sudah berjuang untuk kesembuhan ayahnya.

Didampingi ibundanya dengan membawa bingkai foto ayahnya yang sudah almarhum, Yudi menjalani prosesi wisuda virtual. Usai wisuda, Yudi pun menyampaikan pesan dan kesannya.

Ayah Yudi berprofesi sebagai pengemudi ojek lulusan SMP, tentunya cita-cita ayahnya Yudi menjadi sarjana. Ayahnya telah berpulang 2 hari yang lalu dimakamkan dalam protokol COVID-19.

Yudi mengawali pesan dan kesannya dengan mengatakan suatu kehormatan baginya mewakili rekan wisudawan wisudawati untuk menyampaikan kesan dan pesan sebagai almamater. "Setelah 9 bulan kita hadapi pandemi dan menyelesaikan kuliah dan tugas akhir. Hari ini wisuda, suatu gelar yang kita dambakan,"kata Yudi.

Yudi mengaku selama kuliah di Usahid dalam kelas karyawan dirinya mengalami banyak kemudahan. Kenyamanan saat pembelajaran. "Saya sendiri kuliah kelas karyawan. Saya merasakan terlambat masuk kuliah, bentrok dengan satu jadwal dan jadwal lainnya dan bentrok dengan tugas kantor. Berterima kasih kepada Dosen Pembimbing saya Bu Ria. Saya dengar bimbingan itu Dosennya sulit dihubungi. Malah saya dihubungi Dosen Pembimbingnya,"tuturnya.

"Terima kasih kepada Bu Anna petugas administrasi di Prodi Teknologi Pangan yang sangat membantu di administrasi teknologi pangan,"lanjut anak bungsu dari tiga bersaudara.

Banyak suka duka ketika dirinya menjalani proses skripsi. "Saya mengerjakannya di situasi pandemi. Saya juga merasakan kegalauan. Saya anak terakhir tiga bersaudara. Kedua kakak saya berkeluarga. Saya galau saya harus urus ekonomi keluarga juga harus kuliah dan dimasa pandemi gajinya dipotong setengahnya. Saya memberanikan diri buka usaha frozen food berbekal ilmu kewirausahaan. Alhamdulilah skrips terselesaikan,"ungkapnya.

Tak sanggup menahan tangis Yudi mendoakan," Semoga almarhum bapak saya bahagia di sana. Semoga beliau bangga dengan keluarganya saat ini. Jadi teman-teman kami sekeluarga masih dalam masa isolasi mandiri. Setelah kami terjangkit COVID-19 kurang lebih sepekan lalu dan kami patuhi prokes dan lain-lain anjuran petugas.

189396a4-add1-46ce-93ac-1c94cb23a522

Ibunda Yudi Tri Wicaksono memindahkan tali toga saat prosesi wisuda untuk mahasiswa lulusan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Sahid (Usahid), Jakarta. (Tangkapan Layar)

"Bersyukurlah teman-teman yang hari ini didampingi keluarganya. Kami doakan supaya bapak ibu sekalian teman-teman agar sehat. Saya pun awalnya naif dengan Corona ini. Saya merasa masih muda sehat-sehat. Tapi saya pun terdampaik COVID-19. Dan saya juga sangat berterima kasih kepada nakes dan relawan COVID-19 yang telah membantu kami dan masyarakat Indonesia terdampak COVID-19. Terima kasih banyak. Saya sangat merasakan uluran tangan kalian. Saya sangat merasakan ketika jenazah Bapak saya ingin dimakamkan. Merekalah menyalatkan Bapak saya karena orang lain tidak diperkenankan. Saya sangat melihat ketulusan mereka bahwa mereka bekerja dengan sepenuh hati. Terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya,"ungkap Yudi terbata-bata.

Yudi juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada ayahnya yang tidak bisa hadir hari ini, padahal acara ini sangat dinantikan oleh keluarga terutama orang tua ibu dan bapak namun saat itu ayah saya masuk IGD kemudian beberapa hari kemudian saya pun mendapat kabar ayah terinfeksi COVID-19, juga ibu saya. "Hingga ayah saya tidak ikut wisuda dan saya membatalkan wisuda drive thru dan mengikuti wisuda virtual. Dalam sepekan, menunggu wisuda virtual saya berharap ayah saya bisa sembuh dan bisa hadir di sini namun Tuhan memiliki rencana lainnya, dua hari lalu ayah saya meninggal,"tuturnya sembari menangis.

Dalam kesempatan tersebut Yudi juga menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibundanya menemani selama saya berjuang dari kecil hingga menyelesaikan perguruan tinggi. Karena memang itu adalah cita-cita orang tua saya dimana orangtua saya tidak berpendidikan tinggi. "Ayah saya hanyalah lulusan SLTP, kemudian ibu saya pun hanya lulusan SD. Jadi waktu kecil itu ibu saya ingin sekolah lagi tapi terkendala masalah biaya dan lain-lain. Jadi beliau ini mau anak-anaknya bisa sekolah tinggi dan alhamdulilah kami tiga bersaudara sarjana semua,"ucapnya penuh bangga.

Rektor Universitas Sahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom menyampaikan selamat kepada Yudi dan atas nama Usahid mengucapkan bela sungkawa. "Semoga saudara sekeluarga dapat segera sehat kembali. Cobaan yang dihadapi dapat diangkat segera,"kata Rektor Usahid.

59122e83-c749-4406-bc6f-cfcfd1b30414

Rektor Universitas Sahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom menyampaikan selamat kepada Yudi dan atas nama Usahid mengucapkan bela sungkawa.(Foto: Humas Usahid Jakarta)

Universitas Sahid Jakarta kembali menggelar wisuda secara virtual pada Sabtu, 12 Desember 2020. Wisuda Virtual merupakan bagian kesatuan dari Wisuda ke-44 Usahid khusus untuk wisudawan yang tinggal di Luar Negeri dan luar Pulau Jawa. Situasi pandemic saat ini menjadikan wisuda virtual sebagai alternatif untuk tetap merayakan manisnya buah perjuangan Pendidikan.

Wisuda Usahid ke 44 yang mengangkat tema Membangun Generasi Tangguh & Kreatif di Era New Normal ini, punya keunikan tersendiri karena dilaksanakan secara drive thru dan virtual. Universitas Sahid merupakan kampus pertama yang menyelenggarakan sekaligus wisuda drive thru dan wisuda virtual. Wisuda dengan model seperti ini menjadi sejarah baru bagi Universitas Sahid.

Wisuda drive thru sudah dilaksanakan pada Sabtu, 5 Desember 2020 diikuti oleh 209 wisudawan. Sedangkan wisuda secara virtual diikuti oleh 81 wisudawan, yang terdiri dari 1 orang dari program Doktor Ilmu Komunikasi (S3); 27 orang dari program Magister (S2); 16 orang dari Fakultas Ekonomi & Bisnis; 22 orang dari Fakultas Ilmu Komunikasi; 5 orang dari Fakultas Teknik; 9 orang dari Fakultas Teknologi Pangan & Kesehatan; dan 1 orang dari Fakutas Hukum. Para wisudawan menggunakan link zoom meeting dan youtube live streaming untuk mengikuti wisuda virtual.

Selamat dan sukses ya Yudi. Semangat terus! 

 

 

 

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR