ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

‘Lela Lepa Bura‘, Dimensi Sosial Distance dalam Ilustrasi Tradisi Leluhur Maumere

Selasa , 24 Maret 2020 | 16:00
‘Lela Lepa Bura‘, Dimensi Sosial Distance dalam Ilustrasi Tradisi Leluhur Maumere
Kecamatan Bola saat pegelaran ritus adat berbasis budaya nian tanah. Oleh masyarakat Desa Wolonwalu. (Foto-Foto: Dok. FB Kecamatan Bola)
POPULER
KOWANI Desak Pengesahan RUU PPRT Jadi UU PPRT

TRADISI "Lela Lepa Bura" dilakukan hampir semua etnik di Maumere. Prosesnya hanya dapat dijumpai karena sejumlah alasan dan situasi tertentu. Bermedia janur kuning maka disebut "Lepa Bura".

Esensi tradisi ini untuk Menolak Bala. Menghalau hal-hal tertentu yang bersifat bencana. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar atau terbebas dari perangkap wabah/penyakit massal semisal problem corona desease covid 19 yang mewabah saat ini.

Inilah bagian-bagian dari nilai kearifan lokal yang masih tersimpan dalam kesamaran modernitas. Lela Lepa Bura, literasi kebudayaan yang patut dijaga keberlangsungannya. Sebagai nilai, ia adalah peradaban kampung-dimensi keyakinan tradisional sebagai realita kausa manusia sebagai 'sosio' yang terikat relasi transenden dengan "Ina Nian Tanah Wawa - Ama Lero Wulan Reta" atau keTuhannan modern dalam perspektif purba. Ina Nian Tanah Wawa-Ama Lero Wulan Reta sendiri menjadi sumber segala harap dan perlindungan. Pusat berkat di bumi, manusia dan semesta alam.

Antara: manusia hidup, dengan Tuhan-nya, ada 'arwah' atau 'roh' leluhur. Bagian penting dari "Piong Tewok-1dd7f48e-bc36-4bb0-8b9c-a381db1e5d79Ulu Higun" yang sering disertakan dalam situasi apapun termasuk upacara Lela Lepa Bura ini. Orang yang telah meninggal (arwah/roh) persis sama dalam keyakinan Kristiani: mereka 'sahabat terdekat Allah' atau 'perantara dalam tradisi agamawi purba.

 

Lela Lepa Bura, mengandung unsur komunikasi magis religius terkait proteksi diri (perlindungan). Satu efek positif berenergi yang membingkai kehidupan. Sebuah bentuk ketaatan kolektif alam theis; Tuhan senantiasa dapat menjauhkan malapetaka dan bencana.

Akhirnya Lela Lepa Bura, bagian dari prosedur tata tertib. Sebuah role model sebagai sistem pemembatas meskipun sifatnya sementara dalam urusan keramaian, lalu lintas dan perjalaban. Dari pengalaman ritual ini, sosial distance sudah dipraktekkan orang Maumere sedari jaman leluhur.

Setiap kampung, wilayah (dusun/desa), etnik dan suku akan terlihat sepi karena Pintu-pintu rumah tertutup karena orang lebih memilih ada didalam rumah. Memilih mama sirih dan tembakau tanpa tetangga sampai hal yang dianggap tulah, kutuk atau bencana ini benar-benar berlalu.

eb51da39-8cf8-4b7d-aa87-4d0f1d39af32

Lestari alamku, Lestari budayaku, Tak akan lekang oleh waktu. (Sumber: FB Masarie)

 

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR