ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Presiden Jokowi Sebut Perlu Inovasi di Bidang Pembiayaan

Senin , 19 November 2018 | 13:03
Presiden Jokowi Sebut Perlu Inovasi di Bidang Pembiayaan
Presiden Joko Widodo. (Warta Nasional)
POPULER
UTA’45 Jakarta Konsisten Menyelesaikan Seluruh Permasalahan Hukum Kasus PN UKAI

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini pemerintahannya bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin menutupnya dari anggaran pemerintah saja, sehingga perlu inovasi pembiayaan.

Dalam keterangan yang diterima, Senin (19/11/2018), inovasi di bidang pembiayaan ini dinyatakan Jokowi pada hari terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menghadiri Leaders Retreat dan Working Lunch dalam rangkaian KTT APEC 2018 yang dihelat di APEC Haus, Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (18/11/2018).

Hal tersebut juga disampaikan Presiden dan mulai dibahas pada saat Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali.

"Blended finance" merupakan salah satu inovasi yang perlu mendapat dukungan, katanya sebagaimana diberitakan Antara.

Dalam forum tersebut, Presiden juga menuturkan bahwa saat ini dunia sudah masuk pada era digital di mana "e-commerce" dan sosial media ada di mana-mana.

Oleh karena itu Presiden mengatakan terjadi pergeseran besar dari konsumsi barang menjadi konsumsi pengalaman.

Konsumen di seluruh dunia jadi mengincar pengalaman petualangan dan hiburan Saat ini pertumbuhan pariwisata dunia, sekitar tujuh persen atau dua kali lipat dari laju ekonomi dunia yang hanya sekitar 3,5 persen.

Bloomberg menghitung bahwa dalam 15- 25 tahun ke depan, 1 dari 4 lapangan kerja baru datangnya dari sektor pariwisata.

Selain ekonomi digital dan ekonomi maritim, Presiden mengusulkan isu pariwisata dan "lifestyle" dapat masuk agenda APEC pasca-Bogor.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR