ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Pertumbuhan Ekonomi Global Redup, Ketua IMF Desak Penyelesaian Sengketa Perdagangan

Selasa , 02 Oktober 2018 | 09:11
Pertumbuhan Ekonomi Global Redup, Ketua IMF Desak Penyelesaian Sengketa Perdagangan
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. (Harian Terbit)
POPULER
Ekonom Ini Nilai Krisis Ekonomi 2023 Berisiko Lebih Lama dan Akut

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde Senin (1/10/2018), mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan upaya-upaya "deeskalasi dan menyelesaikan sengketa perdagangan saat ini", karena prospek pertumbuhan ekonomi global meredup.

"Pada Juli, kami memproyeksikan pertumbuhan global 3,9 persen untuk 2018 dan 2019. Prospeknya sejak itu menjadi kurang cerah, ketika Anda akan melihat dari perkiraan terbaru kami minggu depan," kata Lagarde dalam pidato di Washington menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Indonesia, pekan depan.

"Masalah utamanya adalah retorika itu berubah menjadi realitas baru hambatan perdagangan yang sebenarnya. Ini tidak hanya merugikan perdagangan itu sendiri, tetapi juga investasi dan manufaktur karena ketidakpastian terus meningkat," katanya.

Ketua IMF memperingatkan bahwa sengketa perdagangan saat ini dapat "mengirimkan guncangan kepada berbagai negara berkembang dan ekonomi yang lebih luas" jika itu (sengketa) meningkat lebih lanjut.

"Pesan utama saya hari ini adalah bahwa kita perlu mengelola risiko-risiko, meningkatkan reformasi, dan memodernisasi sistem multilateral," kata Lagarde, mendesak negara-negara untuk bekerja sama membangun sistem perdagangan global yang "lebih kuat, lebih adil, dan sesuai untuk masa depan".

"Taruhannya tinggi karena rekah rantai nilai global bisa memiliki efek yang merusak di banyak negara, termasuk ekonomi negara-negara maju," katanya, menambahkan, hal itu juga bisa menggagalkan negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah mencapai potensi penuh mereka.

Lagarde mendorong negara-negara untuk menggunakan perjanjian perdagangan yang fleksibel guna membuka potensi penuh dari e-commerce dan jasa-jasa "tradeable" lainnya, seperti teknik, komunikasi, dan transportasi.

"Analisis terbaru kami menunjukkan bahwa dengan mengurangi biaya perdagangan untuk jasa-jasa sebesar 15 persen, kita dapat meningkatkan total PDB negara-negara G20 sebesar lebih dari 350 miliar dolar AS tahun ini," katanya sebagaimana diberitakan Antara .

"Ini adalah jenis keuntungan yang dapat dicapai - jika kita bekerja sama, jika kita fokus pada menciptakan sistem perdagangan global yang lebih baik," kata Lagarde.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR