ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Saat COVID-19 Bisa Dikendalikan Jadi Endemi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5%

Kamis , 11 November 2021 | 14:00
Saat COVID-19 Bisa Dikendalikan Jadi Endemi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5%
Pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke level 5 persen per tahun apabila pandemi COVID-19 bisa dikendalikan menjadi endemi. (Antaranews)
POPULER

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sekretaris Eksekutif I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke level 5 persen per tahun apabila pandemi COVID-19 bisa dikendalikan menjadi endemi.

“Dalam keadaan COVID-19 menjadi endemi, perekonomian kita akan mulai kembali ke jalur lima persen per tahun, bahkan bisa lebih jika kita bisa memperbaiki produktivitas,” katanya kepada Antara di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan literasi dan keahlian digital masyarakat, karena setelah pandemi COVID-19, banyak pekerjaan yang membutuhkan keahlian di bidang teknologi digital

“Karena memang setelah pandemi COVID-19 itu hidup sudah tidak sama lagi, ini disebut new normal. Kalau kita melakukan pekerjaan kita seperti dulu ya kita tidak bisa bertumbuh dengan baik, jadi harus ada perubahan,” ucap Raden.

Saat ini, barang dan jasa pun perlu diperkenalkan dan dijual kepada masyarakat secara dalam jaringan atau virtual. Jadi, keahlian yang berkaitan dengan teknologi digital akan sangat dibutuhkan.

Ia juga memandang bahwa pandemi COVID-19 juga berpotensi meningkatkan produktivitas karyawan yang mulai terbiasa bekerja dari rumah. Karyawan bisa menggunakan waktu tempuh ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lebih efektif. "Dengan berkurang waktu karyawan di jalan, dia bisa jadi lebih efektif," kata Raden.

Raden Pardede mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai cara untuk mengendalikan COVID-19 hingga menjadi endemi yang hanya muncul sesekali dalam setahun di Indonesia. Selain vaksinasi, pemerintah juga akan mempertimbangkan opsi penggunaan obat COVID-19.

“Segala usaha harus kita lakukan untuk mengurangi (case) fatality rate, termasuk mencari obat. Meskipun mungkin belum seampuh yang diharapkan, tapi kalau ampuhnya 50 persen, mengurangi potensi kematian 50 persen itu kan bagus,” ucapnya.

 

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR