ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Arah Preneur

Dipesan 7 Juta Kali di Platform Online, Martabak Jadi Kuliner Andalan UMKM Martabak Sakura

Kamis , 23 September 2021 | 11:30
Dipesan 7 Juta Kali di Platform Online, Martabak Jadi Kuliner Andalan UMKM Martabak Sakura
Jeffry Cahyadi, pemilik Martabak Sakura bermitra dengan GrabFood, memanfaatkan peluang sajikan pilihan martabak di Kota Bandung. (Foto: Istimewa)
POPULER
Ciptakan Rekor Lelang, Sepatu Kets Michael Jordan terjual Rp21 miliar

BERDASARKAN Laporan Tren Kuliner 2021, dari sepuluh kuliner legendaris Indonesia di platform GrabFood, Martabak merupakan produk kuliner yang paling banyak dipesan oleh masyarakat Indonesia, dengan angka pemesanan mencapai 7 juta pesanan selama tahun 2020. Menilik ciri khas tiap martabak yang ada di Indonesia, dari mulai rasa klasik seperti martabak asin, martabak manis kacang dan coklat, sampai martabak dengan rasa kekinian seperti green tea dan red velvet, Kota Bandung juga memiliki Martabak Sakura yang menjadi salah satu merek martabak legendaris dan sudah berdiri sejak tahun 1970an di Tegalega dan Lengkong Besar. Jeffry Cahyadi P (47) merupakan generasi kedua yang meneruskan operasional bisnis Martabak Sakura pada tahun 2009, yang sebelumnya dirintis oleh sang ayah mertua.

Semenjak Jeffry membantu pengelolaan bisnis Martabak Sakura, ia telah berhasil membuka beberapa cabang baru di Antapani dan Kiaracondong. Meskipun sudah cukup terkenal di Bandung, Martabak Sakura juga mengalami pasang surut bisnis dan persaingan dengan brand martabak lainnya. Jeffry pernah memutuskan untuk membuka cabang baru di kawasan Dago untuk menyasar para wisatawan dari Jakarta, namun sayangnya kurang membuahkan hasil. Strategi Martabak Sakura untuk membuka cabang di Kelapa Gading, Jakarta juga ternyata belum sesuai harapan.

Setelah pengalaman jatuh bangun mempertahankan bisnis keluarga ini, Jeffry pun menyadari bahwa tren konsumen Martabak Sakura memang lebih menyukai rasa-rasa martabak yang klasik dan orisinal seperti martabak asin maupun martabak kacang. Dari segi segmentasi konsumen, Martabak Sakura ternyata lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat Bandung sendiri, yang sangat mempertimbangkan harga ekonomis dan besaran porsi. Berbekal dari wawasan ini, Martabak Sakura melihat peluang dengan bergabung menjadi mitra merchant GrabFood di akhir 2018 untuk menjangkau konsumen lokal di Bandung menggunakan metode yang lebih tepat.

Selama menjalankan usaha di GrabFood, Jeffry merasakan pentingnya peranan Account Manager untuk membantu para mitra merchant menyusun strategi bisnis dan mengembangkan brand awareness di platform daring. Dwi Destiana Sari dan Ramadhan merupakan dua Account Manager (AM) yang terlibat langsung dalam perjalanan bergabungnya Martabak Sakura di GrabFood. Jeffry pun menyampaikan bagaimana para AM selalu siap sedia membantu dan saling bertukar ide untuk strategi bisnis dan market insight. “Mbak Dewi dan Pak Ramadhan sangat kooperatif dan responsif dalam memfasilitasi kami untuk mengetahui informasi terbaru terkait program kampanye, promosi, maupun acara yang bisa kami ikuti dan sampai mau berdiskusi terkait konsultasi strategi bisnis yang tepat untuk mencapai target. Martabak Sakura selalu loyal ikut semua program kampanye yang diadakan Grab karena kami percaya informasi dan panduan yang diberikan AM akan membantu perkembangan bisnis kami.” jelas Jeffry.

Jeffry juga menerangkan peranan penting para AM khususnya setelah memasuki masa pandemi dan pemberlakuan PPKM yang merubah tren berbelanja masyarakat.  Di masa pandemi ini, Martabak Sakura justru menjadi bisnis yang lebihberkembang, khususnya setelah memperkenalkan inovasi paket bundling di GrabFood, dengan harga yang jauh lebih ekonomis. Pak Ramadhan sebagai AM-pun membantu mempersiapkan rencana menu dan strategi potongan yang diperkirakan akan mendapat respon baik dari pelanggan Martabak Sakura.

Ternyata luasnya peluang juga mendatangkan tantangan, tingginya pesanan Martabak Sakura di GrabFood pada masa PPKM ini terkadang sampai membuat antrian panjang di gerai-gerainya. Ketika masa periode Martabak Sakura mengikuti program kampanye GrabFood, jumlah pesanan bisa naik sekitar 60-70%. Untuk menyiasatinya, Jeffry membatasi antrian yang ada di outlet dengan menutup pesanan di waktu sibuklewat fitur GrabMerchant untuk menjaga keamanan dan kesehatan para mitra pengemudi sekaligus agar para konsumen tidak menunggu terlalu lama akibat antrian panjang. 

Di masa pandemi ini, Martabak Sakura telah berhasil membuka dua cabang baru dan akan membuka cabang lainnya dalam waktu dekat. Ketika membuka cabang barunya pun, tim AM GrabFood sudah mempersiapkan cabang-cabang tersebut untuk langsung terdaftar di aplikasi GrabFood dan bisa langsung beroperasi di hari yang bersamaan dengan peluncuran gerai baru.

Untuk mengapresiasi kerja keras para mitra merchant yang terus bertahan dan bahkan melebarkan sayap bisnisnya di masa pandemi, Grab juga menghadirkan Program Apresiasi Mitra yang memberikan cashback untuk para merchant berdasarkan performa bulanannya. Martabak Sakura merupakan salah satu peserta program Apresiasi Mitra dan telah menerima cashback selama tiga bulan terakhir. Jeffry merasa hal ini sangat memotivasi kinerja timnya karena dengan adanya program ini, Martabak Sakura lebih memfokuskan pesanannya untuk memfasilitasi order di GrabFood dan memacu timnya untuk terus meningkatkan performa pertumbuhan bisnisnya dari bulan ke bulan. Hasilnya, Martabak Sakura berhasil menyabet Juara 1 Loyal Merchant Se-Jawa Barat. Harapannya, Program Apresiasi Mitra ini bisa memberikan bentuk apresiasi beragam, tidak hanya berupa cashback namun fasilitas bisnis lainnya yang bisa menunjang operasional bisnis para mitra merchant.

 

  

Editor : Farida Denura
KOMENTAR