ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Arah Preneur

Ingin Jadi Pengusaha Sukses? Intip 5 Skill Komunikasi Ini

Sabtu , 27 Februari 2021 | 08:00
Ingin Jadi Pengusaha Sukses? Intip 5 Skill Komunikasi  Ini
Skill komunikasi untuk jadi pengusaha sukses sangat super penting sekali. (Net)
POPULER
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1442H Jatuh pada 13 April 2021

Oleh: Hesti Retno Wahyuni

TIGA skill itu disingkatkanya menjadi CALM (Communication, Leadership, Money Management).

Nah, di kesempatan kali ini, Melvin Mumpuni akan membahas salah satu dari tiga skill tersebut, yaitu Communication.

Bagi Melvin Mumpuni sendiri, skill komunikasi untuk jadi pengusaha sukses, dikatakannya sangat super penting sekali.

Jika dipecah lagi menjadi beberapa bagian, skill komunikasi juga mencakup skill-skill seperti:

Skill Komunikasi Untuk Jadi Pengusaha Sukses

 #1. Negosiasi

Menjadi seorang pengusaha sukses tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada dukungan dari orang lain untuk mengisi ketidakmampuan kita di bidang tersebut.

Bukan cuma itu, Melvin Mumpuni juga mengatakan kalau negosiasi bukan cuma sekedar dengan partner kita, tapi juga dengan pihak lainnya, baik internal seperti tim kerja, ataupun eksternal seperti vendor, regulator, investor, dan banyak pihak lainnya.

#2. Copywriting & Digital Marketing

Skill kedua yang harus dimiliki agar kita berhasil menjadi seorang pengusaha sukses adalah copywriting dan digital marketing.

Copywriting secara umum bisa kita artikan sebagai teknik berkomunikasi melalui kata-kata. Sementara digital marketing, bisa diartikan sebagai teknik mengomunikasikan produk atau layanan melalui media digital, seperti website, media sosial, e-mail, iklan, dan lain sebagainya.

Pertama kali membangun bisnis, kita tentu tidak punya cukup banyak modal untuk merekrut seorang copywriter atau digital marketer andal. Mau tak mau, kita sendiri yang harus belajar dari awal.

Itu yang juga dilakukan oleh Melvin Mumpuni. Berkat kegigihan dan semangatnya dalam mempelajari dua hal ini, website-nya bisa tumbuh dari 2 menjadi 50 ribu pengunjung per bulan tanpa iklan!

#3. Selling 101

Tidak ada yang sempurna sejak lahir. Semuanya perlu proses dan pembelajaran. Begitu juga yang terjadi pada Melvin Mumpuni.

Dia menyadari kalau selama ini, teknik menjualnya terlalu memaksa dan tidak efektif. Akhirnya dia memutuskan untuk mulai belajar teknik menjual ini.

Dari training di salah satu lembaga internasional, Melvin Mumpuni kemudian menyadari kalau selling, bukan soal meminta, tapi mencakup:

Problem Solving: Kita memberikan produk kepada calon konsumen sebagai satu pemecahan masalah yang mereka hadapi. Semakin banyak yang terbantu dengan produk kita, maka semakin berkembang pula bisnis yang kita jalani.

Building Trust: Membangun kepercayaan dengan lawan bicara. Bagaimana kita bisa menggali kepercayaan dari calon konsumen atau pihak lainnya, agar sama-sama mendapatkan solusi yang diinginkan.

Building Good Relationship: Membangun hubungan yang baik dengan lawan bicara, baik itu konsumen atau pihak ketiga yang terlibat dengan bisnis kita, sehingga hubungan baik dan kepercayaan terus terbangun dalam waktu yang lama.

#4. Public Speaking

Bayangkan, kita pergi ke sebuah seminar atau acara di mana kita harus mengeluarkan uang yang nilainya cukup besar, lalu ternyata, topik yang disampaikan sama sekali tidak menarik. Kecewa? Tentu.

Itu juga yang dirasakan oleh Melvin Mumpuni saat pertama kali berdiri di atas panggung dan menyampaikan presentasi sebagai seorang pembicara.

Dia juga kecewa, karena semua pengorbanan tim serta peserta yang hadir menjadi sia-sia.

Sejak saat itu, dia menyadari betul kalau untuk menjadi seorang pengusaha sukses, dia harus memiliki skill public speaking.

#5. Listening

Skill terakhir, yang harus dimiliki agar kita bisa menjadi pengusaha sukses adalah, mendengarkan.

Sebenarnya, secara general, skill ini sangat diperlukan oleh semua orang. Bagaimana mereka bisa menempatkan dirinya untuk menjadi pendengar yang baik, di mana dia bisa:

Mendengar untuk tidak menjawab

Mendengar untuk memahami

Mendengar untuk berempati.

Ketika kita menjadi pendengar yang baik, maka kita bisa tahu pendapat orang lain, apa yang harus kita perbaiki, bahkan kelemahan kita.

Tidak mudah untuk menjadi seorang yang hebat, seperti salah satunya pengusaha sukses. Tapi, tidak mudah bukan berarti tidak bisa, ‘kan?

 

 

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR