Loading
Ilustrasi Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat ANTARAJESSICA HELENA WUYSA
BANDUNG, ARAHKITA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Jawa Barat selama satu minggu ke depan. Cuaca ekstrem ini dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang masih aktif dan saling memperkuat.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa gelombang atmosfer tipe Rossby masih melintas di wilayah Jawa Barat sehingga mendorong pembentukan awan konvektif dalam jumlah besar. Di saat yang sama, adanya sirkulasi siklonik di wilayah Sumatera bagian selatan memicu belokan angin dan area konvergensi di beberapa titik Jabar.
“Beberapa hari ke depan kondisi atmosfer masih cukup labil. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dalam durasi singkat,” ujar Teguh di Bandung, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan, kelembapan udara yang masih tinggi pada lapisan 850–500 mb—yakni sekitar 50 hingga 95 persen—serta suhu muka laut yang hangat di perairan selatan Jawa ikut mendukung pertumbuhan awan hujan.
Hasil analisis model cuaca global hingga lokal menunjukkan potensi hujan lebat disertai angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, terutama saat memasuki masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.
Melihat kondisi ini, BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Kenali potensi bencana di sekitar tempat tinggal dan lakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini,” kata Teguh dikutip Antara.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko bencana. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong membersihkan saluran air, hingga memastikan area rumah tetap aman dari potensi bahaya saat hujan deras tiba-tiba.
Dengan dinamika atmosfer yang masih fluktuatif, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca yang cepat.