5 Kebiasaan Sehari-Hari Ini Berbahaya bagi Kesehatan Otak


 5 Kebiasaan Sehari-Hari Ini Berbahaya bagi Kesehatan Otak Kebiasaan sehari-hari yang membahayakan otak / Foto ilustrasi: pixabay.com

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ternyata kebiasaan kita sehari-hari bisa sangat berpengaruh pada kesehatan otak. Dampaknya tidak instan, namun berkelanjutan dalam berberapa tahun atau dekade ke depan.

Dr Daniel Amin, seorang psikiater, menyoroti lima kebiasaan sehari-hari yang secara diam-diam dapat membahayakan kesehatan otak Anda.

Bertentangan dengan pengetahuan umum, praktik-praktik sederhana yang dilakukan sehari-hari teryata bisa merusak fungsi kognitif.

Berikut lima kebiasaan yang perlu diperhatikan, disarikan dari longevity.technology, agar otak kita tetap sehat.

1. Asupan Kafein BerlebihanMeskipun secangkir kopi di pagi hari adalah rutinitas bagi banyak orang, Dr Amin menyarankan agar berhati-hati.

Kafein, dikenal dapat menyempitkan pembuluh darah, dan beberapa penelitian mengaitkan dengan penyusutan otak. Meskipun tidak ada kaitan langsung dengan demensia, Dr Amin menunjukkan adanya hubungan antara kafein, masalah tidur, dan hubungannya dengan risiko demensia.

Karena itu, Dr Amin menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi. Dia menyebutkan, konsumsi moderat, sekitar 100 mg per hari.

2. Terlalu Banyak GulaSalah satu penyebab yang menyerang kesehatan otak Anda adalah gula. Dr Amin menyoroti sifat pro-inflamasi dan perannya dalam mendorong diabetes.

Peningkatan kadar gula menyebabkan gangguan pembuluh darah, sehingga mengurangi aliran darah ke otak. Dia menekankan kualitas gula yang membuat ketagihan dan hubungannya dengan diabetes dan obesitas.

3. Menatap Layar BerlebihanWaktu menatap layarlaptop, telpon genggam dan sejenisnya, saat ini sulit dilepaskan dalam kehiduan sehari-hari. Sudah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern.

Padahal, kebiasaan itu berbahaya bagi otak. Dr Amin menyoroti bagaimana paparan layar yang berlebihan melemahkan pusat kesenangan di otak, khususnya nukleus accumbens.

Pusat kesenangan ini merespons dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan kebahagiaan. Rentetan notifikasi dan scrolling yang terus-menerus dapat menyebabkan stimulasi berlebihan, dan akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan risiko kecemasan, depresi, kecanduan, obesitas, dan ADHD

4. Sepak BolaTerlibat dalam olahraga populer ini mungkin tampak tidak berbahaya, namun Dr Amin memperingatkan agar tidak menyundul bola. Sebuah studi dari Karolinska Institutet mengungkapkan bahwa 50% pesepakbola lebih mungkin terkena demensia dibandingkan masyarakat umum.

Dampak trauma kepala berulang dalam sepak bola terlihat jelas pada prevalensi penyakit neurodegeneratif yang lebih tinggi di kalangan pemain elit dibandingkan dengan populasi masyarakat yang tidak bermain sepak bola.

5. MerokokNikotin, mirip dengan kafein, berpotensi membatasi aliran darah ke otak. Penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Washington menunjukkan bahwa merokok menyebabkan penyusutan otak, meningkatkan risiko gangguan kognitif, demensia, dan penyakit Alzheimer

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru