Loading
ikan panggang masak kecap (yummyfoody)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mengonsumsi asam omega 3 yang ada pada ikan ternyata sangat memberi banyak keuntungan. Hasil Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Preventive Medicine menyarankan sebaiknya mengonsumsi ikan yang dikonsumsi dimasak dengan cara di panggang atau direbus setiap minggunya tanpa harus melihat jumlah omega 3 yang dikandung ikan tersebut. Dengan mengonsumsi ikan panggang atau rebus secara teratur dapat mencegah terjadinya demensia dikemudian hari.
Para ahli kesehatan memperkirakan bahwa lebih dari 80 juta orang akan menderita demensia atahun 2040. Salah satu jenis demensia yang paling umum adalah penyakit Alzheimer di tahun 2050 diperkirakan akan meningkat penderitanya dari tahun ketahun.
Jumlah penderita Alzheimer diusia 65 tahun dan anak dengan Alzheimer yang diperkirakan bakal melonjak cepat ini tentunya memerlukan penanganan yang tepat. Diperlukan terobosan medis atau intervensi yang tepat untuk memperlambat atau menghentikannya.
Baca juga:
Bunda, Cegah Alzheimer dengan KolinSalah satu langkah untuk mencegah demensia adalah terus meningkatkan kesehatan otak. Agar kesehatan otak tetap terjaga, para peneliti menyarankan untuk rutin mengonsumsi omega-3 asam lemak yang ditemukan pada ikan.
Saran ini berdasar penelitian pada ratusan orang, dimana didapat bukti peserta yang makan ikan panggang atau panggang setidaknya sekali setiap minggu memiliki lebih besar materi abu-abu pada otak volume terutama di daerah otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kognisi.
Namun jangan sembarang mengolah ikan untuk menjaga kandungan omega-3 nya. Kandungan omega-3 pada ikan yang diolah secara di panggang memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada ikan goreng karena asam lemak baik akan hancur dalam panas tinggi saat digoreng.
Nah, buat Anda yang ingin menjaga otak tetap sehat, ada baiknya memperbaiki cara memasak dan mengonsumsi ikan. Dimasak dengan cara panggang atau rebus lebih baik dibanding digoreng. Pilihlah yang sehat menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Karena faktor gaya hidup terjaga memiliki kontribusi lebih besar kedepannya pada kesehatan otak Anda.