Loading
Suasana Stasiun Kereta Nanjing di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Xinhua/Yang Suping/aa)
BEIJING, ARAHKITA.COM – Tren mengajak orang tua ke kota tempat anak merantau alih-alih kembali ke kampung halaman saat Imlek, yang dikenal dengan istilah fǎnxiàng guònián atau "mudik terbalik", semakin populer di kalangan generasi muda China.
Data dari Meituan Travel, platform penjualan tiket daring, menunjukkan lonjakan penjualan tiket untuk mudik terbalik pada 2026 sebesar 84 persen dibandingkan tahun 2025. Kota tujuan utama para perantau dan orang tua mereka antara lain Beijing, Shanghai, dan Chengdu.
Selain itu, perjalanan udara warga berusia 60 tahun ke kota besar juga meningkat signifikan: Beijing naik 40 persen, Chengdu 31 persen, Tianjin 30 persen, dan Guangzhou 27 persen.
Kota Besar Siapkan Program Khusus
Beberapa kota besar di China turut menyambut tren ini dengan mengadakan berbagai kegiatan bagi warga yang memilih tidak mudik ke kampung halaman.
Shanghai: Lebih dari 2.000 kegiatan budaya dan wisata digelar.
Beijing: Festival lampion, pertunjukan seni, dan bazar di 26 lokasi berbeda.
Tren ini juga mendapat sorotan media sosial. Topik "mudik terbalik" di Weibo pada 9 Februari 2026 mencapai 2,2 juta tampilan, sementara pengguna Xiaohongshu membagikan pengalaman mereka mengajak orang tua menikmati libur Imlek di kota tempat mereka bekerja.
Seorang pengguna Xiaohongshu asal Henan yang bekerja di Shenzhen mengatakan, "Mengajak orang tua mudik ke kota tempat saya bekerja lebih praktis. Biaya perjalanan dan akomodasi bisa ditekan, dan Imlek tetap terasa meriah."
Pengguna lain menambahkan, "Mudik terbalik lebih santai karena tidak perlu berebut tiket, tidak kelelahan bepergian jauh, dan bisa menikmati waktu bersama orang tua tanpa tekanan."
Perspektif Ekonomi dan Sosial
Menurut Hu Jiliang, Wakil Direktur Pusat Penelitian Ekonomi di Central China Normal University, fenomena ini membawa keuntungan sosial dan ekonomi.
"Tren mudik terbalik dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak perantau, sekaligus meningkatkan perputaran uang di kota-kota besar," ujar Hu dalam siaran media pemerintah China.
Meski mudik tradisional tetap menjadi simbol penting perayaan Imlek, fenomena baru ini menandai perubahan gaya hidup masyarakat urban. Pada periode Imlek 2026, diperkirakan terdapat 9,5 miliar perjalanan penumpang, termasuk 540 juta perjalanan kereta dan 95 juta perjalanan udara di seluruh China, seperti yang dikutip dari Antara.