Selasa, 20 Januari 2026

Zhangjiajie, Inspirasi Avatar, dan Geliat Teknologi Kesehatan Masa Kini


 Zhangjiajie, Inspirasi Avatar, dan Geliat Teknologi Kesehatan Masa Kini Prof Tjandra Yoga Aditama saat mengunjungi Zhangjiajie Forest National Park, Tiongkok yang dilatari gunung di Zhangjiajie kini dikenal sebagai Hallelujah Mountain. (Foto: Dok. Pribadi)

Catatan Perjalanan Prof Tjandra Yoga Aditama

BAGI  banyak orang, film Avatar bukan hanya tontonan visual yang memukau, tetapi juga membuka imajinasi tentang hubungan manusia, alam, dan teknologi masa depan. Hal itu pula yang dirasakan Prof Tjandra Yoga Aditama saat mengunjungi Zhangjiajie Forest National Park, Tiongkok—sebuah taman nasional yang sudah lama dikenal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di sinilah berdiri ribuan pilar batu pasir kuarsit yang menjulang tinggi. Formasi alam ini terbentuk oleh erosi selama jutaan tahun, menciptakan lanskap dramatis yang sering kita jumpai dalam lukisan-lukisan tradisional Tiongkok. Tak heran, suasana ini kemudian menginspirasi dunia imajinatif Pandora dalam film Avatar. Bahkan salah satu pilar gunung di Zhangjiajie kini dikenal sebagai "Hallelujah Mountain", mengingatkan kembali pada ikon visual film tersebut.

Namun perjalanan Prof Tjandra Yoga kali ini bukan hanya soal panorama. Dari pengalaman melihat keajaiban alam itu, ia mengaitkannya dengan perkembangan teknologi avatar dalam dunia nyata—khususnya teknologi Artificial Intelligence (AI).

Jika dalam film Avatar, manusia mengendalikan tubuh Na’vi melalui koneksi neurologis, kini AI memungkinkan kita menghadirkan avatar digital yang mampu meniru wajah, suara, hingga ekspresi manusia secara realistis. Avatar AI bisa berbicara, bergerak, memberikan respons, dan berinteraksi layaknya manusia sungguhan.

Di sektor kesehatan, inovasi ini bukan lagi angan-angan. World Health Organization (WHO) telah memperkenalkan S.A.R.A.H. (Smart AI Resource Assistant for Health)—petugas promosi kesehatan digital pertama WHO. “Si SARAH” hadir 24 jam penuh, tersedia dalam delapan bahasa resmi WHO (meski belum dalam Bahasa Indonesia), dan bisa diakses melalui teks maupun video. Ia memberikan panduan interaktif terkait hidup sehat, seperti cara berhenti merokok, mengelola stres, hingga memahami kebiasaan sehat sehari-hari.

Teknologi seperti ini berpotensi membawa perubahan besar bagi Indonesia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, akses informasi kesehatan yang merata masih menjadi tantangan. AI avatar dapat menjadi jembatan, menghadirkan edukasi kesehatan yang akurat dan mudah dijangkau masyarakat di mana pun mereka tinggal—dari kota besar hingga pulau terluar.

Melihat tebing-tebing megah Zhangjiajie yang menginspirasi film Avatar, Prof Tjandra Yoga mengajak kita membayangkan masa depan kesehatan yang lebih inklusif dan modern. Perpaduan alam, kreativitas manusia, dan teknologi kini membuka peluang baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara lebih luas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Leisure Terbaru