Kamis, 11 Desember 2025

Diet Rendah Karbo Efektif Turunkan Lemak, Namun Picu Kenaikan LDL


 Diet Rendah Karbo Efektif Turunkan Lemak, Namun Picu Kenaikan LDL Diet Rendah Karbo Efektif Turunkan Lemak, Namun Picu Kenaikan LDL. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Diet rendah karbohidrat terbukti membantu menurunkan berat badan dan massa lemak, namun penelitian terbaru menunjukkan pola makan ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang dikenal sebagai kolesterol “jahat” dan berpotensi membahayakan kesehatan jantung.

Mengutip laporan Everyday Health, para peneliti menganalisis lebih dari 170 uji coba terkontrol acak dari 27 negara dengan melibatkan lebih dari 11.000 orang dewasa, mayoritas memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Hasil penelitian menunjukkan penurunan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), ukuran pinggang, serta lemak tubuh, termasuk lemak perut yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Namun penelitian menemukan adanya peningkatan kadar kolesterol LDL sebesar 4 hingga 5 mg/dL pada peserta yang menjalani diet rendah karbohidrat. Selain itu, sebagian peserta juga kehilangan sedikit massa otot. Spesialis nutrisi dan edukasi diabetes Elisabetta Politi menilai peningkatan LDL dapat terjadi karena diet rendah karbohidrat umumnya tinggi lemak, terutama lemak jenuh dari bahan seperti mentega, keju, dan daging berlemak.

Meski demikian, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mengurangi karbohidrat, khususnya karbohidrat olahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki sejumlah indikator kesehatan jantung. Risiko muncul ketika karbohidrat sehat seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan justru digantikan dengan makanan tinggi lemak jenuh.

Politi menyebut diet rendah karbohidrat tetap dapat memberikan manfaat kesehatan jantung jika dilakukan dengan panduan nutrisi yang tepat, termasuk memilih sumber karbohidrat sehat dan membatasi lemak jenuh. Dalam studi ini, diet rendah karbohidrat didefinisikan sebagai konsumsi 50 hingga 130 gram karbohidrat per hari atau sekitar 10 hingga 26 persen dari total asupan kalori.

Penelitian, dilansir Antara, juga mencatat bahwa mengganti karbohidrat dengan lemak atau protein memiliki efek positif pada beberapa indikator kesehatan. Penggantian karbohidrat dengan lemak meningkatkan kolesterol HDL yang dianggap baik dan menurunkan trigliserida, sementara penggantian dengan protein membantu menurunkan kolesterol total. Mereka yang mengombinasikan lemak dan protein mengalami perbaikan tekanan darah, penurunan peradangan, peningkatan fungsi endotel, serta perubahan komposisi tubuh yang lebih baik.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi penggantian karbohidrat dengan lemak dan protein pada diet rendah karbohidrat tampaknya memberikan manfaat optimal bagi kesehatan kardiovaskular, berat badan, dan massa otot.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru