Sayangi Jantung, Ajari Anak Kebiasaan Sehat


 Sayangi Jantung, Ajari Anak Kebiasaan Sehat (kidstownnc.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ternyata kebiasaan-kebiasaan yang menyehatkan jantung pada orang dewasa berakar pada lingkungan ketika dia hidup di masa kecil. Karenanya temuan terbaru melihat kesempatan untuk mendidik anak-anak menjaga jantungnya sebagai upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler di masa depan.

“Karena plastisitas unik otak manusia selama masa kanak-kanak, periode ini merupakan jendela kesempatan untuk menanamkan kebiasaan hidup yang bertahan lama sehingga mencegah perkembangan penyakit kardiovaskuler di masa depan,” kata Valentin Fuster penulis senior yang mempublikasikan makalahnya di Journal of the American College of Cardiology dan memaparkan penelitiannya pada Future of Health Education Session di American College of Cardiology's New York Cardiovascular Symposium, Amerika Serikat, Minggu (9/12/2018).

 “Intervensi di masa kanak-kanak meletakkan dasar untuk mempelajari kebiasaan yang sehat untuk jantung dan meningkatkan kesehatan jantung seseorang sepanjang hidupnya,” Fuster menambahkan.

Penyakit jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskuler adalah penyakit penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk juga di Indonesia. Banyak faktor risiko yang terkait penyakit dapat dihilangkan dengan mengubah perilaku. Nah, penelitian ini menggambarkan wajah promosi kesehatan di masa depan yang menekankan berbagai alasan mengapa anak-anak menjadi fokus promosi kesehatan dan  strategi-strategi promosi kesehatan pada anak-anak berbarengan dengan upaya-upaya legislatif serta kesenjangan penelitian.

“Dengan memberi pendidikan tentang promosi kesehatan di awal kehidupan, kami mungkin memiliki potensi untuk mengurangi beban penyakit lain juga,” Fuster menjelaskan.

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada anak-anak dan remaja antara lain merokok, obesitas, aktivitas fisik, diet yang tidak sehat serta kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan glukosa darah tinggi.

Riset telah menunjukkan bahwa kurang dari 1 persen anak memiliki kebiasaan diet yang seimbang dan hanya 50 persen remaja yang melakukan aktivitas fisik dalam jumlah yang dianjurkan. Meski begitu, laporan ini memperlihatkan pula hahwa anak-anak dengan kebiasaaan hidup tidak sehat yang kemudian mengikuti kebiasaan hidup yang sehat sebelum dewasa memiliki hasil kesehatan yang sama dengan mereka yang selalu sehat.

Menurut para peneliti, untuk mengubah kebiasaan kesehatan anak-anak secara efektif, perlu  menggunakan pendekatan pendidikan multikomponen yang melibatkan keluarga dan guru mereka.

"Integrasi pendekatan sekolah, keluarga, dan berbasis masyarakat, bersama dengan dukungan luas di berbagai sektor melalui implementasi kebijakan publik, mungkin diperlukan untuk keberhasilan program promosi kesehatan pada anak-anak," ujar Fuster. "Namun, studi jangka panjang dan skala besar perlu menetapkan keefektifannya dalam mengurangi faktor risiko kardiovaskuler dan penyakit di kemudian hari."


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru