Kanada Bebaskan Tarif untuk Bisnis yang Alami Kerugian Akibat Kebijakan AS


 Kanada Bebaskan Tarif untuk Bisnis yang Alami Kerugian Akibat Kebijakan AS Menteri Keuangan Federal Francois-Philippe Champagne. (CityNews Toronto)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ottawa mengumumkan langkah-langkah baru untuk membantu bisnis yang mengalami kerugian finansial akibat tarif dari AS.

Menteri Keuangan Federal Francois-Philippe Champagne mengatakan pemerintah Kanada akan memberlakukan program pembebasan tarif selama enam bulan untuk impor barang-barang asal AS yang digunakan dalam industri manufaktur, pengolahan, serta pengemasan makanan dan minuman.

Pembebasan tarif juga akan diperluas untuk barang-barang perawatan kesehatan yang mendukung kesehatan masyarakat, keselamatan publik, serta barang-barang yang berkaitan dengan upaya mencapai tujuan keamanan nasional.

“Langkah-langkah ini mencakup penghapusan beberapa tarif balasan yang diumumkan Kanada sebagai respons atas tarif yang tidak adil yang dikenakan oleh AS terhadap produk Kanada,” menurut pernyataan pers dari Departemen Menteri Keuangan, Selasa (15/4), dilansir Antara.

Pembebasan sementara juga akan berlaku bagi produsen otomotif. Jika produsen kendaraan melanjutkan produksi di Kanada, mereka dapat mengimpor sejumlah kendaraan yang dirakit di AS ke Kanada, yang jumlah pastinya belum ditentukan.

Kendaraan-kendaraan tersebut tidak akan dikenai tarif balasan yang telah diberlakukan Kanada terhadap impor mobil AS lainnya. Kendaraan yang diimpor harus diproduksi sesuai ketentuan dalam perjanjian perdagangan bebas antara Kanada, AS, dan Meksiko.

Ada juga keringanan bagi bisnis yang terdampak secara finansial akibat tarif AS. Mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan bantuan keuangan dan dinilai layak sebelum tarif diberlakukan, akan memenuhi syarat untuk menerima dana asalkan mereka berupaya mempertahankan lapangan pekerjaan dan menjaga keberlanjutan aktivitas bisnis di Kanada.

“Sejak hari pertama, pemerintah telah bereaksi dengan kekuatan dan penuh tekad terhadap tarif tidak adil yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap barang-barang Kanada,” kata Champagne.

“Kami akan terus mendukung para pekerja dan pelaku bisnis di Kanada,” tambahnya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru