Sabtu, 15 Agustus 2026

AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran, Teheran Murka dan Ancam Ambil Langkah Demi Kepentingan Nasional


 AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran, Teheran Murka dan Ancam Ambil Langkah Demi Kepentingan Nasional Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am/aa

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemerintah Iran mengecam keras keputusan Amerika Serikat yang mencabut izin ekspor minyak Iran, dengan menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.

Teheran menegaskan tidak akan tinggal diam. Pemerintah Iran memperingatkan Washington bahwa mereka siap mengambil berbagai langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional apabila keputusan tersebut tetap diberlakukan.

Keputusan itu diumumkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Selasa. OFAC menghentikan lisensi umum yang sebelumnya mengizinkan ekspor minyak Iran dan menggantinya dengan aturan baru yang melarang transaksi baru.

Dalam ketentuan tersebut, seluruh kontrak atau transaksi yang sudah berjalan diwajibkan diselesaikan paling lambat 17 Juli.

Kementerian Luar Negeri Iran menilai kebijakan Washington itu melanggar Pasal 10 nota kesepahaman mengenai penghentian konflik militer yang telah disepakati kedua negara.

"Keputusan Departemen Keuangan AS untuk mencabut penangguhan sementara embargo penjualan minyak Iran merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 10 nota kesepahaman tentang penghentian konflik militer," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.

Pemerintah Iran juga menyebut pencabutan izin ekspor minyak yang sebelumnya diterbitkan pada 18 Juni sebagai bukti bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak dapat dipercaya dalam menjalankan komitmen yang telah disepakati.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran kembali memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap nota kesepahaman akan memiliki konsekuensi.

"Iran memperingatkan AS atas konsekuensi pelanggaran nota kesepahaman dan akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," tegas kementerian tersebut dikutip Antara.

Kesepakatan Nuklir Terancam

Nota kesepahaman yang ditandatangani secara daring pada 18 Juni sebelumnya memberikan waktu 60 hari bagi Iran dan Amerika Serikat untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran serta pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan Washington.

Selain membuka ruang negosiasi, dokumen tersebut juga mengatur rencana pencabutan blokade laut Amerika Serikat dan pemulihan jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Pencabutan izin ekspor minyak oleh Amerika Serikat kini berpotensi memperumit proses negosiasi yang tengah berlangsung sekaligus meningkatkan kembali ketegangan hubungan kedua negara.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru