Penembakan Dekat Gedung Putih AS Lukai Dua Orang


 Penembakan Dekat Gedung Putih AS Lukai Dua Orang Beberapa kendaraan polisi dan personel keamanan bersenjata dikerahkan di dekat Gedung Putih setelah terjadi baku tembak di Washington, DC, Amerika Serikat pada 23 Mei 2026. Setidaknya dua orang, termasuk tersangka, tertembak di dekat Gedung Putih setelah baku tembak terjadi pada hari Sabtu, kata para pejabat, menurut laporan media. ANTARA/Anadolu Agnecy/pri.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Insiden penembakan terjadi di dekat kompleks Gedung Putih, Amerika Serikat, pada Sabtu (23/5/2026) waktu setempat dan menyebabkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk pelaku dalam kejadian tersebut.

Peristiwa ini langsung mendapat respons cepat dari aparat penegak hukum federal, termasuk Dinas Rahasia Amerika Serikat atau United States Secret Service yang segera mengamankan lokasi kejadian di kawasan Washington DC.

Menurut keterangan yang disampaikan melalui media sosial, Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi untuk membantu penyelidikan.

“FBI berada di TKP dan mendukung upaya Secret Service merespons penembakan di dekat kompleks Gedung Putih — kami akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat,” tulisnya.

Secret Service mengonfirmasi bahwa insiden terjadi di sekitar 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, tidak jauh dari kompleks Gedung Putih. Aparat masih melakukan pendalaman informasi terkait kronologi kejadian.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa seorang pria bersenjata mendekati area Gedung Putih dan melepaskan beberapa tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas keamanan dalam baku tembak.

Seorang warga sipil dilaporkan mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Namun, pihak berwenang memastikan bahwa pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan Gedung Putih.

Sementara itu, Gedung Putih sempat berada dalam status lockdown sebelum akhirnya situasi kembali dinyatakan terkendali. Presiden AS saat itu dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Pihak kepolisian setempat meminta masyarakat untuk menghindari area sekitar lokasi kejadian karena proses investigasi masih berlangsung.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru