Australia Berkomitmen Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Konflik Global


 Australia Berkomitmen Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Konflik Global Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

 

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menegaskan komitmen negaranya untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Menurut Marles, stabilitas jalur pelayaran di kawasan tersebut sangat krusial karena berdampak langsung terhadap pasokan bahan bakar dunia.

“Kami sangat berkomitmen untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan rantai pasokan bahan bakar global kembali normal,” ujar Marles seperti dikutip Sky News Australia, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa Australia saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai mitra internasional untuk menentukan langkah terbaik dalam menjaga keamanan jalur strategis tersebut.

“Kita perlu melihat apa yang terjadi selama periode sisa gencatan senjata dan bagaimana keadaan di Selat Hormuz, yang memungkinkan beberapa upaya untuk dimulai,” katanya.

Marles menegaskan, Australia hanya akan terlibat lebih jauh jika gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel benar-benar bersifat permanen.

Sebagai bagian dari upaya internasional, Australia juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tingkat tinggi bersama Inggris dan Prancis pada akhir pekan ini guna membahas perlindungan lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Iran dilaporkan membatasi akses ke selat yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Sebagai respons, Komando Pusat AS atau CENTCOM memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan bahwa blokade dilakukan tanpa membedakan kapal dari berbagai negara yang singgah di pelabuhan Iran. Namun, mereka memastikan kebebasan pelayaran menuju pelabuhan selain Iran tetap tidak terganggu.

Situasi ini menempatkan Selat Hormuz sebagai titik krusial dalam stabilitas energi global, sekaligus menjadi perhatian utama komunitas internasional dalam menjaga kelancaran distribusi bahan bakar dunia.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru