Loading
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py/pri.
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Kedua negara sepakat memperpanjang perundingan selama satu hari tambahan, menyusul belum tercapainya titik temu dalam sejumlah isu krusial.
Putaran lanjutan pembicaraan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/4/2026) di Islamabad, Pakistan. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim.
Sebelumnya, pemerintah Iran menegaskan bahwa negosiasi tetap akan berjalan, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan yang cukup signifikan antara kedua pihak.
“Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran melalui kanal Telegram.
Perundingan ini sendiri dimulai pada Sabtu, tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan Teheran pada Rabu malam.
Dari pihak Iran, delegasi dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati dikutip Antara.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance. Ia turut didampingi utusan khusus Presiden, Steve Witkoff, serta Jared Kushner yang juga merupakan menantu Presiden Donald Trump.
Perpanjangan waktu negosiasi ini menjadi sinyal bahwa kedua negara masih berupaya mencari titik kompromi, di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.
Meski demikian, kesepakatan gencatan senjata sementara membuka ruang bagi dialog yang lebih intensif, sekaligus memberi harapan akan tercapainya solusi diplomatik dalam waktu dekat.