Loading
Sejumlah rumah di Inggris terendam banjir. Hal ini disebabkan cuaca buruk mencakup sebagian besar wilayah Inggris, khususnya di wilayah Selatan dan Tengah. (Foto: Skynews)
LONDON, ARAHKITA.COM – Inggris kembali dihantam cuaca buruk. Hujan ekstrem yang turun hampir tanpa jeda sejak awal tahun memicu banjir di berbagai wilayah, merendam ratusan rumah dan mengganggu aktivitas warga.
Media lokal melaporkan, hingga Selasa (10/2/2026), sedikitnya 300 rumah telah terdampak genangan. Badan Lingkungan Hidup Inggris langsung mengeluarkan peringatan banjir di 101 wilayah di England serta dua daerah di Skotlandia. Status waspada juga masih berlaku di sejumlah kawasan lain, termasuk Wales.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di area dekat sungai dan dataran rendah. Beberapa akses jalan dilaporkan terganggu, sementara layanan darurat terus bersiaga menghadapi kemungkinan meluasnya banjir.
Baca juga:
South Wales Tetapkan Insiden Besar akibat Banjir Badai Claudia, Situasi Semakin MengkhawatirkanDari sisi prakiraan cuaca, situasi belum menunjukkan tanda mereda. Wakil Kepala Prakirawan Met Office, Steven Keates, menyebut pola cuaca tidak stabil masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
“Dalam waktu dekat, kondisi yang tak menentu diperkirakan berlanjut. Hujan lebat maupun periode hujan panjang masih mungkin terjadi di sebagian besar wilayah,” ujarnya dilansir Antara.
Keates menambahkan, menjelang akhir pekan cuaca mungkin sedikit berubah menjadi lebih dingin dan stabil. Namun, kondisi itu diprediksi hanya sementara sebelum sistem hujan kembali mendominasi.
Met Office bahkan menggambarkan musim dingin tahun ini sebagai periode yang terasa “berulang tanpa henti”. Data mereka menunjukkan 26 stasiun cuaca di Inggris mencatat rekor curah hujan tertinggi sepanjang sejarah pada Januari, sementara Irlandia Utara mengalami Januari terbasah dalam 149 tahun terakhir.
Kondisi ini menambah kekhawatiran soal kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi. Pemerintah daerah dan lembaga terkait kini fokus pada upaya mitigasi, termasuk memperkuat tanggul, membuka pusat evakuasi, dan memastikan bantuan bagi warga terdampak dapat tersalurkan dengan cepat.
Bagi warga Inggris, pekan-pekan ke depan tampaknya masih akan diwarnai payung, jaket tebal, dan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman banjir susulan.