Loading
Dalai Lama Tegaskan Tak Pernah Bertemu Jeffrey Epstein. (dalailama.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dalai Lama membantah keras pernah bertemu atau berinteraksi dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual, setelah namanya muncul berulang kali dalam rilis terbaru jutaan dokumen yang dikenal sebagai berkas Epstein.
Kantor Dalai Lama mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu waktu setempat untuk menanggapi unggahan media sosial dan sejumlah laporan yang mencoba mengaitkan pemimpin spiritual Buddhisme Tibet tersebut dengan Epstein. Dalam pernyataannya, kantor Dalai Lama menegaskan bahwa tidak pernah ada pertemuan, komunikasi, maupun izin yang diberikan atas nama Dalai Lama kepada Epstein.
Penegasan itu muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman tambahan dokumen terkait jaringan Epstein pada akhir Januari. Dalam kumpulan berkas tersebut, nama Dalai Lama tercatat lebih dari 150 kali, sebagian besar dalam korespondensi internal Epstein yang membahas upaya mengatur pertemuan dengan tokoh-tokoh terkenal dunia.
Sejumlah email dari tahun 2015, dilansir The Independent, menunjukkan Epstein berulang kali membicarakan rencana makan malam yang melibatkan Dalai Lama, akademisi Noam Chomsky, dan sutradara Woody Allen. Dalam salah satu pesan, Epstein menulis tentang kemungkinan “makan malam menyenangkan” bersama ketiga tokoh tersebut, meskipun tidak ada bukti bahwa rencana itu pernah terwujud.
Korespondensi lain mengindikasikan bahwa Epstein masih berada pada tahap awal mencoba mendekati Dalai Lama. Seorang koleganya bahkan menyebut bahwa “langkah pertama adalah bertemu Tenzin,” merujuk pada nama asli Dalai Lama, yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut belum pernah terjadi.
Kantor Dalai Lama menegaskan bahwa semua klaim yang menyiratkan adanya hubungan atau pertemuan langsung adalah tidak benar. Mereka menekankan bahwa Dalai Lama tidak pernah bertemu Epstein dan tidak pernah mengizinkan siapa pun untuk mewakili atau memfasilitasi pertemuan dengan individu tersebut.
Dalai Lama, pemimpin spiritual Buddhisme Tibet ke-14, telah hidup dalam pengasingan sejak 1959 setelah melarikan diri dari Tibet menyusul pemberontakan terhadap pendudukan Tiongkok. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai figur global yang kerap bertemu pemimpin dunia, tokoh agama, dan akademisi, sehingga namanya kerap muncul dalam berbagai korespondensi pihak ketiga tanpa keterlibatan langsung.
Baca juga:
Pangeran Andrew Lepas Gelar Duke of York: Akhir Panjang Skandal Epstein dan Tekanan dari IstanaPernyataan resmi ini bertujuan meredam spekulasi yang berkembang luas di media sosial setelah rilis dokumen terbaru, sekaligus menegaskan bahwa upaya Epstein untuk menjalin kontak tidak pernah berujung pada pertemuan nyata dengan Dalai Lama.