Loading
Jejak Jeffrey Epstein di Dunia Kripto Terkuak, dari Bitcoin hingga Coinbase. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dokumen yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali membuka tabir hubungan Jeffrey Epstein dengan industri mata uang kripto. Jutaan berkas tersebut menunjukkan bahwa terpidana kejahatan seksual itu pernah terlibat dalam pendanaan awal bitcoin dan sejumlah perusahaan kripto besar, termasuk Coinbase.
Berkas-berkas itu mengungkap bahwa Epstein menjadi salah satu pendukung awal pengembangan bitcoin. Ia disebut mendanai apa yang digambarkan sebagai “rumah utama dan sumber pendanaan” bagi bitcoin pada fase awal perkembangannya. Pada 2014, Epstein juga menanamkan investasi sebesar 3 juta dolar AS di Coinbase, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat, serta memberikan cek kepada Blockstream, perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan infrastruktur bitcoin.
Investasi tersebut, dilansir The Guardian, terjadi enam tahun setelah Epstein dijatuhi vonis pada 2008 di Florida atas kasus meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur. Meski demikian, keterlibatan Epstein dalam dunia kripto pada masa itu tampaknya tidak memicu penolakan terbuka dari para pelaku industri.
Di kalangan komunitas kripto daring, rilis dokumen ini memunculkan perdebatan soal akuntabilitas moral industri. Namun, banyak pelaku pasar memperkirakan dampaknya akan terbatas. Sebagian menyebut Epstein hanya investor yang ragu-ragu dan keluar terlalu cepat dari investasi kripto, sementara yang lain bahkan menudingnya berupaya melemahkan bitcoin dari dalam.
Coinbase
Coinbase menjadi sorotan utama dalam dokumen tersebut. Perusahaan yang kini bernilai miliaran dolar itu melantai di Nasdaq pada 2021 dan memiliki pengaruh besar terhadap arah regulasi kripto di Amerika Serikat. Investasi Epstein di Coinbase pada 2014 dimediasi oleh Brock Pierce, tokoh lama di dunia kripto dan salah satu pendiri Tether.
Dokumen Departemen Kehakiman menunjukkan bahwa Fred Ehrsam, salah satu pendiri Coinbase yang memimpin penggalangan dana saat itu, berkoordinasi dengan Pierce terkait investasi Epstein dan berupaya mengatur pertemuan langsung dengannya. Arsip tambahan mengungkap bahwa pada 2018 Epstein menjual setengah sahamnya di Coinbase kepada Blockchain Capital, perusahaan milik Pierce, dengan nilai sekitar 15 juta dolar AS.
Coinbase menolak memberikan komentar atas temuan tersebut, sementara Pierce tidak menanggapi permintaan konfirmasi.
Peran Epstein dalam mendukung pengembangan bitcoin juga terkait dengan Massachusetts Institute of Technology. Selama dua dekade, MIT menerima lebih dari 800 ribu dolar AS dari Epstein, yang juga membantu memfasilitasi lebih dari 7 juta dolar AS sumbangan dari donatur kaya lainnya.
Dalam korespondensi email pada 2015, Joichi Ito, yang saat itu menjabat sebagai direktur Media Lab MIT, menyebut dana Epstein digunakan untuk menjamin peluncuran Inisiatif Mata Uang Digital. Program ini berfokus pada riset dan pengembangan teknologi kripto sumber terbuka. Dalam rangkaian email yang sama, Ito menjelaskan bahwa Media Lab berfungsi sebagai pusat pendanaan utama bagi pengembangan bitcoin. Hingga kini, Inisiatif Mata Uang Digital tidak memberikan tanggapan resmi.
Ito juga berperan dalam memediasi investasi Epstein di Blockstream pada 2014. Epstein menanamkan dana awal sebesar 500 ribu dolar AS melalui dana investasi yang ia kelola bersama Ito. Dokumen email memperlihatkan bahwa pendiri Blockstream, Adam Back dan Austin Hill, pernah diundang Epstein untuk bertemu di St. Thomas, dekat Little Saint James, pulau pribadi miliknya.
Adam Back kemudian menyatakan di media sosial bahwa Epstein hanyalah mitra terbatas dalam dana Ito dan bahwa investasinya dilepas karena potensi konflik kepentingan. Menurut Back, Blockstream tidak memiliki hubungan keuangan langsung maupun tidak langsung dengan Epstein atau harta warisannya.
Namun, korespondensi email menunjukkan Epstein masih berkomunikasi dengan Hill hingga 2017. Dalam salah satu email, Hill menanyakan kondisi pulau Epstein setelah badai di Karibia. Blockstream dan Hill tidak menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.
Reaksi Industri Kripto
Reaksi industri kripto terhadap temuan ini cenderung tenang. Luke Dashjr, kontributor awal bitcoin, menyerukan agar Adam Back mundur dari jabatannya sebagai CEO Blockstream. Ia menilai ketertarikan Epstein pada bitcoin sebagai upaya merusak ekosistem dari dalam.
Sebaliknya, sejumlah pelaku industri menganggap isu ini dibesar-besarkan. Charlotte Fang, pendiri Remilia, menyebut hanya orang yang tidak memahami kripto yang menganggap investasi Epstein berpengaruh besar. Menurutnya, bitcoin adalah teknologi terdesentralisasi yang tidak bergantung pada satu investor, dan keterlibatan Epstein relatif kecil.
Pengamat lain menilai rilis dokumen ini tidak akan banyak memengaruhi perilaku konsumen ritel. Kadan Stadelmann dari Komodo memperkirakan kebiasaan investasi di sektor kripto akan tetap sama, meskipun ada kemungkinan sebagian pengguna meninggalkan Coinbase jika isu ini terus berkembang.
Soal motif Epstein, Stadelmann menduga ia tertarik pada prospek jangka panjang, termasuk kemungkinan penawaran umum perdana Coinbase. Sementara itu, Antulio Rosales, akademisi Universitas York, menilai daya tarik kripto bagi Epstein mungkin terletak pada sifat teknologinya yang memungkinkan transaksi dan keterlibatan pasar dengan minim tekanan norma sosial maupun etika.