Loading
Foto yang diambil pada 3 Juli 2025 menunjukkan logo KTT BRICS di luar Museum Seni Modern di Rio de Janeiro, Brasil. ANTARA/Xinhua/Claudia Martini
RIO DE JANEIRO, ARAHKITA.COM – Brasil resmi membuka KTT Rakyat BRICS (People’s BRICS Summit) pertama di Rio de Janeiro pada Senin (1/12/2025). Pertemuan perdana ini menjadi babak baru bagi negara-negara BRICS dalam mendorong keterlibatan masyarakat sipil yang lebih luas, terutama dari kawasan Global South, dalam percakapan mengenai tata kelola global.
Acara ini merupakan bagian dari agenda Dewan Sipil BRICS (BRICS Civil Council), sebuah wadah yang dibentuk pada KTT Kazan Rusia tahun 2024. Dewan ini dirancang untuk membangun jembatan dialog antara pemerintah dan kelompok masyarakat, sehingga suara publik bisa lebih terdengar dalam pembuatan kebijakan di dalam blok tersebut.
KTT Rakyat BRICS di Rio menghadirkan berbagai gerakan sosial dari negara-negara anggota—mulai dari kelompok akar rumput, komunitas pelajar, tenaga pendidik, hingga organisasi non-pemerintah. Mereka bersama-sama membahas isu-isu strategis seperti kerja sama ekonomi, penguatan multilateralisme, dinamika geopolitik global, perbaikan tata kelola, serta peluang untuk mengurangi ketergantungan negara berkembang pada dolar AS dalam transaksi global.
Penyelenggara menyebut forum ini sebagai tonggak sejarah penting karena untuk pertama kalinya BRICS menempatkan kelompok sosial terorganisasi sebagai bagian dari proses dialog resmi. Melalui format ini, masyarakat sipil di negara-negara BRICS berkesempatan memberikan masukan langsung atas isu-isu global yang selama ini didominasi oleh percakapan antarnegara.
Dalam pesan video khusus, Dilma Rousseff, mantan Presiden Brasil yang kini menjabat Presiden New Development Bank (NDB), menyampaikan bahwa KTT ini membuka kanal dialog permanen antara masyarakat BRICS dan para pengambil keputusan di tingkat kebijakan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sipil akan menjadi fondasi penting bagi masa depan integrasi BRICS.
KTT Rakyat BRICS di Rio juga menjadi rangkaian acara terakhir BRICS di bawah presidensi Brasil sebelum estafet kepemimpinan beralih ke India pada tahun 2026. Presiden Brasil menyebut momentum ini sebagai kesempatan memperkuat peran Global South dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih berimbang dan inklusif.