ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE
Kemendes

Mendes PDTT Harapkan Petani Kopi Penuhi Kualitas Internasional

Sabtu , 12 Januari 2019 | 23:12
Mendes PDTT Harapkan Petani Kopi Penuhi Kualitas Internasional
Mendes PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menghadiri acara Peresmian Sturbuks Dewata Bali, yang merupakan Gerai Starbuks Terbesar di Indonesia Sabtu (12/1/2019). (Foto: Sigit Purwanto/Humas Kemendes PDTT).

BADUNG, ARAHKITA.COM - Harum kopi menyeruak saat memasuki ruangan seluas 3.500 meter persegi. Berbagai jenis biji kopi dari sejumlah negara penghasil kopi tertata di etalase. Kopi dari Indonesia ternyata terbesar yang dipakai di salah satu merek gerai kopi asal luar negeri yang terkenal di Indonesia yakni Starbucks.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengapresiasi dengan gerai starbucks yang telah turut menggunakan bahan baku kopi dari Indonesia. Oleh karena itu, dirinya mendukung penuh dalam promosi kopi-kopi Indonesia ke luar negeri.

"Saya menawarkan di masa depan kita bisa bekerja sama, desa-desa penghasil kopi dengan Starbucks supaya handlingnya, cara menanamnya, bisa sejalan dengan kualitas yang dimiliki starbucks sehingga mereka punya added value yang lebih baik lagi," harapnya saat menghadiri Peresmian Starbucks Dewata, Bali yaitu gerai Starbucks terbesar di Indonesia yang berlokasi di Badung, Bali, Sabtu (12/1/2019).

Ia mengatakan, komoditas kopi di Indonesia bagus hanya handlingnya kurang bagus, dengan kerja sama ini diharapkan bisa menciptakan nilai tambah. Lanjutnya, kerja sama itu harus menciptakan kepentingan bersama hingga memunculkan keuntungan. Starbucks bisa bantu improve dan pemerintah memberi kemudahan sehingga investor tertarik untuk investasi di Indonesia.

"Dengan kerja sama ini, diharapkan petani kopi Indonesia terbantu promosinya. Kedua, bisa mengajarkan para petani bagaimana cara handlingnya lebih bagus karena mereka punya standar sehingga value added-nya bisa lebih bagus. Kita banyak kerja sama juga dengan swasta. Tahun ini ada 60 triliun investment dari privat sektor desa-desa di Indonesia," terangnya.

"Sekarang ada ribuan kafe-kafe di tengah sawah, yang penting ada tempat selfi tempat ngopi dan wifi gratis langsung posting di instagram," tambahnya.

Ia juga berterimakasih karena starbucks dengan membuka gerainya membantu mengembangkan kopi Indonesia untuk dunia. Dan terbantu juga dengan kualiti kontrol dari starbucks.

"Ada Starbucks Expres yang kolaborasi sehingga masalah kita tentang channeling bisa terbantu. 14 tahun mendatang Indonesia akan makin familiar dengan starbucks yang memperkenalkan kopi-kopi dari Indonesia," pungkasnya optimistis.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan bahwa starbucks tidak hanya menjual kopi tapi lifestyle dan pengalaman. Dan menurutnya budaya di Indonesia yang suka kumpul, ngobrol, dan diskusi memerlukan wadah seperti warung kopi.

Sebagai informasi, total gerai Starbucks sebanyak 29,324 yang tersebar di 78 negara termasuk 376 gerai di 25 kota di Indonesia, Starbucks melihat potensi kopi Indonesia untuk terus berkembang menjadi salah satu komoditas kopi unggulan di dunia serta berpotensi sebagai produk wisata kuliner negeri ini yang dapat mendukung perkembangan pariwisata Indonesia.

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR