ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE
Kemendes

Polisi Minta Dua Germo Masuk DPO Segera Menyerahkan Diri

Jumat , 11 Januari 2019 | 15:56
Polisi Minta Dua Germo Masuk DPO Segera Menyerahkan Diri
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (Faktual)

SURABAYA,ARAHKITA.COM - Kepolisian Daerah Jawa Timur meminta dua germo kasus pelacuran artis yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk segera menyerahkan diri.

"DPO ini saya minta segera datang ke Polda Jatim. Kalau sudah diterbitkan DPO akan menjadi menyangkut ke keluarga. Kita harapkan segera datang ke Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Barung mengatakan, polisi telah mengantongi identitas dari dua DPO tersebut, dan anggota telah melakukan pengejaran ke wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Kami akan segera menangkapnya. Sekarang ini tinggal menunggu waktu," ucap Barung.

Dijelaskannya, pihak kepolisian butuh waktu untuk menangkap dua muncikari itu karena mereka terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Inisialnya sudah ada tapi akan disampaikan jika sudah ditangkap," ucapnya.

Sebelumnya Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, menyebut pihaknya sedang memburu dua orang lagi yang diduga menjadi germo pelacuran artis.

Yusep tak menjelaskan siapa dua orang yang dimaksud. Meski tak menyebut nama maupun inisial kedua orang tersebut, namun Yusep menyebutkan jenis kelamin mereka.

"Keduanya wanita. Mereka teridentifikasi dalam jaringan prostitusi dengan muncikari ES dan TN," ujarnya.

Peranan dua orang germo yang sedang diburu ini adalah ikut menyediakan jasa pelacuran.

Selain mendalami aktor intelektual di balik hoaks atau berita bohong soal surat suara sudah dicoblos sebanyak tujuh kontainer di Tanjung Priok, polisi juga membidik penyandang dana pembuat hoaks tersebut.

Dengan penangkapan tersangka baru yang inisialnya belum disebutkan itu, hingga kini sudah ada lima tersangka kasus hoaks tujuh kontainer surat suara.

Sebelumnya, tersangka BBP ditangkap karena membuat konten hoaks dan memviralkan serta tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah HY yang ditangkap di Bogor, LS di Balikpapan dan J di Brebes, tetapi tidak dilakukan penahanan karena hanya turut menyebarkan hoaks tersebut.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR