ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Air Power Corner

Indonesia Akan Menjadi ‘Major Power‘?

Senin , 17 September 2018 | 17:10
Indonesia Akan Menjadi ‘Major Power‘?
Wilayah kedaulatan udara di atas Kepulauan Riau, Natuna, dan Batam yang sampai saat ini masih dikendalikan oleh FIR Singapura. (Militer Meter)

Oleh: Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS

KITA coba bahas wilayah kedaulatan udara di atas Kepulauan Riau, Natuna, dan Batam yang sampai saat ini masih dikendalikan oleh FIR Singapura. Hukumnya sah apabila pengendaliannya dikembalikan kepada yang berhak yaitu Indonesia.

Menurut persiapan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri yang mendapat supervisi dari Menko Kemaritiman, diperkirakan pada tahun 2019 sudah akan kembali bahwa Indonesia yang akan mengendalikannya. Kalau memang demikian adanya, kita merasa bersyukur.

Berarti Keamanan Nasional aspek udara sudah berada di tangan kita. Tinggal kita mengatur, bagaimana membantu negara Singapore, bukan sebaliknya Singapura yang membantu dengan mengendalikan wilayah tersebut.

Pengendalian yang selama ini dilakukan oleh Singapura, telah merugikan Indonesia, karena dari “Run Charge” saja, kita hanya diberi sekita 8% dari total income atau sebesar US $5 juta per-tahun. Belum lagi dari kepentingan informasi/intelijen atau pertahanan.

Berikut ini adalah pengamanan kekayaan alam laut (yang tidak pernah habis), misalnya di laut Arafuru yang kaya akan ikan tuna biru, udang, dan di kepulaum Natuna yang mengundang pencuri ikan dari luar negeri, misalnya dari China, Thailand, Vietnam, dan Philipines yang merugikan negara kita sampai sekitar US $ 10 trilyun per-tahunnya (data tahun 2010).

Saat ini dengan ketegasan pemerintah Jokowi melalui Menteri Kelautan dan Perikanan telah bertindak tegas dan sudah sekitar 300-an kapal yang ditenggelamkan karena mencuri ikan. Itupun masih ribuan kapal yang mencuri ikan. Bersyukur kita punya Presiden yang berani dan tegas, demi kepentingan Nasional. Seandainya kita punya pesawat surveillance yang canggih, pasti akan memiliki daya gentar yang tinggi. Kiranya Poros Maritim perlu disinergikan dengan air power agar memiliki kekuatan yang ampuh.

Hanya tinggal masalah Freeport yang penyelesaiannya masih terlalu berat karena berhadapan dengan negara “super power” yang tidak mudah dikendalikan, meskipun jelas Freeport milik Indonesia.

Dengan dibangunnya infrastruktur di Papua, rakyat Papua semakin sadar bahwa pemerintah tidak hanya membangun pulau Jawa saja, namun juga membagun tanah Papua. Apabila seluruh rakyat Papua mendukung kebijakan Presiden Jokowi, Insya Allah rakyat Papua akan semakin sejahtera dan harapan Indonesia akan menjadi major-power di dunia akan terwujud.

 

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR