ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Pengendalian FIR Indonesia oleh Singapore Berdampak pada Keamanan Nasional

Rabu , 29 Agustus 2018 | 06:30
Pengendalian FIR Indonesia oleh Singapore Berdampak pada Keamanan Nasional
Ilustrasi: Wilayah FIR Indonesia yang dikendalikan oleh FIR Singapore. (Net)

Oleh: DR. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS

DENGAN dikendalikannya wilayah FIR Indonesia oleh FIR Singapore, yang jelas kita mengalami 3 (tiga) kerugian besar, yaitu ditinjau dari aspek: (1) Politik, (2) Ekonomi, dan (3) Pertahanan.

Ketiga aspek tersebut adalah termasuk yang paling menentukan kondisi Keamanan Nasional (KAMNAS) suatu negara. KAMNAS adalah suatu kondisi negara dalam keadaan aman, karena bebas dari segala ancaman dan gangguan baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri.

Salah satu dari ketiga faktor tersebut mengganggu, berarti akan mengganggu semuanya, akhirnya KAMNAS tidak bisa diwujudkan. Manakala tidak bisa mewujudkan KAMNAS, maka suatu negara tidak bisa mewujudkan cita-citanya.

Kerugian KAMNAS yang besar tersebut adalah:

1. Aspek Politik

Bahwa pengakuan terhadap wilayah ruang udara, di atas teritoriaL Indonesia, telah dinyatakan pada Konvensi Jenewa artikel 1 tahun 1944 (sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya) dan juga pada UU-RI No. 1 tentang Penerbangan pasal 5 yang menyatakan bahwa Negara Republik Indonesia adalah berdaulat penuh dan utuh atas wilayah Republik Indonesia (tentu saja termasuk wilayah udaranya, karena diatas daratan dan lautan adalah udara).

2. Aspek Ekonomi

Indonesia memiliki sektor A, B, dan C yang tidak memiliki kewenangan mengaturnya. Singapore yang diberi wewenang oleh ICAO untuk mengatur sektor A, memperoleh keuntungan dari RANS (Route Air Navigation Services) Charge yang jumlahnya tidak sedikit (jelas merugikan Indonesi karena Indonesia hanya diberi sekitar 8 % dari penerimaa RANS Charge). Dari sumber PT. AP II & Dirjen Hubud Kemhub penerimaan dari tahun 2009 - 2012 adalah 193 milyar lebih.

3. Aspek Pertahanan

Dengan tidak bisanya mengendalikan ruang udara sendiri, sementara pesawat AWACS milik Singapore bebas terbang, berarti mereka mereka bebas memantau wilayah kita, memperoleh segala informasi baik yang berada di udara, maupun di daratan dan lautan terutama di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Batam, dan Natuna.

Dari ketiga aspek tersebut kita jelas dirugikan terutama dalam bidang Keamanan Nasional. Inilah yang harus kita pecahkan bersama.

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR