ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Air Power Corner

Keunggulan Air Power Harus Kita Perjuangkan

Minggu , 12 Agustus 2018 | 23:32
Keunggulan Air Power Harus Kita Perjuangkan
Keunggulan Air Power harus kita perjuangkan. (tni-au.mil.id)

Oleh: Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS

HAMPIR semua negara di dunia ini memiliki ”Doktrin Air Power” yang hampir sama, yang berbeda hanyalah aplikasinya, karena disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan negaranya serta geostratregik wilayah negara masing-masing.

Pengalaman sejarah perang membuktikan bahwa penggunaan air power mutlak sangat diperlukan dalam memenangkan pertempuran terutama dengan peran “Keunggulan Udara”-nya. Karena dengan keunggulan udara akan mampu memberikan jaminan bahwa kekuatan darat dan kekuatan laut bisa dengan bebas dan leluasa bergerak.

Oleh karena itu bisa dimaklumi bahwa suatu negara apalagi negara-negara yang maju, selalu meningkatkan kemampuan air power, terutama peran keunggulan udara.

Berbagai cara digunakan agar keunggulan udara berada di tangannya. Menguasai keunggulan udara berarti menguasai bidang information exploitation (eksploitasi informasi).

Berkaitan dengan FIR yang dikendalikan Singapore, kita tidak menyadari bahwa information exploitaion sudah berada di tangan Singapore berarti pula keunggulan air power jelas di tangan Singapore. Semua informasi daerah Kepri, Batam, dan Natuna tersebut sudah direkam oleh pesawat AWACS-nya Singapore yang jumahnya ada 3 pesawat, sedangkan pesawat TNI AU kalau akan terbang diatas Kepri, Batam, dan Natuna harus mendapat izin terlebih dahulu dari Singapore, karena FIR nya dikendalikan oleh Singapore. Sangat ironis bukan?

Seorang pakar air power dunia Field Marshal Montgomery telah mengatakan bahwa “If we lose the war in the air, we lose the war and we will lose it very qickly” (apabila kita kalah perang di udara, kita kalah perang, dan kita akan kalah perang dengan cepat). Pakar air power yang lain yaitu Meillinger mengatakan “Whoever controls the air generally control the surface” (barangsiapa yang mengendalikan udara, umumnya akan mengendalikan permukaan).

Sejarah perang telah banyak membuktikan. Antara lain perang: Perang antara Israel dan Mesir, antara Amerika Serikat dengan Irak, antara Inggris dan Argentina, kesemuanya diawali dengan menang perang di udara.

Dengan demikian kita tidak boleh mundur dengan fenomena FIR kita yang dikendalikan Singapore. Harus kita rebut dan perjuangkan, apalagi wilayah tersebut adalah milik kita dan wilyah tersebut adalah wilayah kedaulatan kita.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR