ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Air Power Corner

Kedaulatan Negara di Udara Masih Memerlukan Perjuangan

Sabtu , 04 Agustus 2018 | 20:16
Kedaulatan Negara di Udara Masih Memerlukan Perjuangan
Ilustrasi: Buku berjudul Menegakkan Kedaulatan Negara di Udara. (Istimewa)

Oleh: Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS

DEKLARASI Djuanda (Djuanda Kartawidjaya) pada tanggal 23 Desember 1957 merupakan deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwasanya kepulauan Indonesia beserta laut yang mengitarinya adalah wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Sedangkan menurut ordonansi Hindia Belanda tahun 1939 dinyatakan bahwa “Teroriale Zeeen en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939)” dinyatakan bahwa wilayah nusantara dipisahkan oleh laut di sekitarnya dan hanya sekita 3 miles dari garis pantai. Jadi kapal asing dengan bebas berlayar diluar 3 miles.

Berkat perjuangan Djuanda, yang menganut prinsip Negara Kepulauan (Archipelagic State) yang pada awalnya mendapat tantangan keras dari negara-negara lain, terutama dari Negara Daratan. Deklarasi Djuanda akhirnya dijadikan UU RI No. 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Dampaknya wilyah Indonesia bertambah luas dari 2.027.087 km2 menjadi 5.193.250 km2.

Alhasil Deklarasi Djuanda dimasukkan dalam agenda UNCLOS (United Nations Convention on the Law Of the Sea) yang pertama yang dilaksanakan di Jenewa pada tahun 1958 dan pada UNCLOS tahun 1982 menetapkan sebagai Hukum Laut Internasional.

Kita beruntung dengan perjuangam Bapak Djuanda yang gigih dan akhirnya diakui adanya UNCLOS 1982 yang menentukan batas teritorial yang panjangnya 12 miles (diukur dari garis yang menghubungkan titik terluar dari kepulaun Indonesia.

Sayangnya, walaupun ada ketentuan pada UU No. 1 tahun 2009 yang mengatakan bahwa wilayah udara adalah berdaulat penuh dan ekslusif, akan tetapi kita belum menentukan batas kedaulatan wilayah udara.

Dengan demikian kita sangat mengharapkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan berani mempraksai UU Batas Wilayah Kedaulatan Udara, sehingga jelas tujuannya, untuk mencegah wilayah kedaulatan udara kita dikendalikan oleh negara lain.

Karena hal tersebut berkaitan dengan kepentingan Keamanan Nasional, Kepentingan Nasional (utamanya berkaitan dengan masalah ekonomi), dan martabat bangsa.

Kita harus menyadari bahwa wilayah Kedaulatan Udara adalah wilayah Kedaulatan Negara yang harus kita perjuangkan sebagaimana upaya keras founding fathers kita dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR