ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Wilayah Kedaulatan Udara Kita, Dikendalikan Singapura

Senin , 23 Juli 2018 | 18:06
Wilayah Kedaulatan Udara Kita, Dikendalikan Singapura
Ilustrasi: Indonesia belum mampu menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan di atas Kepulaun Riau, Natuna, dan Batam.(Maritimnews)

Oleh: Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS

ADA dua wilayah Kedaulatan Negara yang harus dimiliki dan dipertahankan oleh suatu negara yang telah menyatakan kemerdekaanya, yaitu: Pertama, Kedaulatan Rakyat dan kedua, Kedaulatan Negara. Kedua wilayah kedaulatan tersebut harus dipertahankan oleh seluruh rakyat yang menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Hanya ada dua negara di dunia ini yang kemerdekaanya berhasil direbut dari negara penjajah dengan segala pengorbanan, yaitu negara Indonesia dan Vietnam. Indonesia merebut kemerdekaannya dari Belanda sedangkan Vietnam dari Amerika Serikat.

Suatu negara yang kuat sekalipun seperti Amerika Serikat, rakyatnya menyatakan bahwa mereka akan mempertahankan dengan segala daya upaya dan kalau perlu melalui pertumpahan darah seandainya ada yang menganggu wilayah kedaulatannya. Apalagi negara Indonesia yang merebut kemerdekaanya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, termasuk brerani mengobankan nyawanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekan.

Semboyan para founding fathers kita yang dikenal adalah “Merdeka atau Mati”.

Dalam Konvensi Chicago, Desember tahun 1944 dinyatakan pada artikel 1 bahwa wilayah kedaulatan udara (sovereignty) sebagai berikut: “The contracting States recognize that every State has cmplete and exclusive sovereignty over the airspace obove its territory-nya”.

Jadi menurut Konvesi Chicago 1944 tersebut, bahwa kedaulatan suatu negara itu memiliki kedaulatan udara yang bersifat lengkap dan eksklusif berada diatas teritorial.

Sedangkan pada Undang-Undang RI no.1 tahun 2009 tentang penerbangan pada pasal 5 dinyatakan bahwa “NKRI berdaulat penuh dan eksklusif atas wilayah udara RI”.

Dua ketentuan tersebut yang menjadi patokan dasar bahwa rakyat Indonesia harus mempertahankan dua wilayah kedauatan yaitu “Wilayah Kedaulatan Rakyat” dan “Wilayah Kerdaulatan Udara”.

Berkaitan dengan Wilayah Kedaulatan Udara, sejak tahun 1946 Singapore mendapat delegasi dari ICAO (International Civil Aviation Organzation) yang pada waktu itu masih menjadi jajahan Inggris dengan alasan Indonesia belum mampu menjamin keamanan dan keselamatan lalu lintas udara.

Indonesia yang baru merdeka mestinya dimaklumi bahwa belum mampu menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan di atas Kepulaun Riau, Natuna, dan Batam.

 

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR