ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Tahun Pertama Penerbangan di Indonesia (1914-1919)

Sabtu , 21 Juli 2018 | 18:46
Tahun Pertama Penerbangan di Indonesia (1914-1919)
Ilustrasi: Buku Jejak Langkah Penerbangan di Nusantara. (Istimewa)

SEMAKIN sering tersiar berita tentang perang dunia yang diawali pada tahun 1914 di Eropa, semakin dirasakan pentingnya arti dari pesawat terbang. Oleh Belanda diusahakan dengan berbagai cara untuk mendapatkan pesawat terbang.

Akhirnya dibentuklah panitia khusus untuk mendapatkan pesawat terbang. Dan perwakilan dari Belanda berangkat ke Amerika Serikat untuk mendapatkan pesawat hydroplanes (pesawat yang bisa landing di air), karena pada waktu itu pesawat tersebut yang diangap paling efisien.

Karena pesawat yang bisa mendarat di daratan memerlukan fasilitas landasan yang sangat mahal, pembuatan landasan pesawat terbang waktu itu mahal sekali, sehingga dipilihlah pesawat terbang yang bisa mendarat di air.

Panitianya terdiri dari Kapten Visscher dan Letnan Ter Poorten pada akhir Januari 1915 berangkat ke San Fransisco, USA untuk kemudian membeli 2 pasawat Glenn Martin (pesawat hydroplanes).

Pada waktu itu industri pesawat terbang di USA baru pada tingkat permulaan dan kedua pesawat tersebut dinilai yang paling cocok. Akhirnya surat khabar USA mem-blow up dengan berita (dalam terjemahan bahasa Indonesia) bahwa:

"Seorang Letnan berkebangsaan Belanda telah mencapai rekor terbang di udara yaitu letnan Ter Poorten, seorang Penerbang andalan dari Korps Penerbangan Hindia Belanda telah berhasil terbang dari Los Angeles ke San Diago tanpa berhenti selama 3 jam 25 menit dengan pesawat Glenn Martin. Dia telah mampu terbang selama 1 jam lebih baik dari waktu yang dicapai terdahulu".

Akhirnya pesawat Glenn Martin berhasil dibawa ke Indonesia pada awal bulan Oktober dan pada tanggal 6 Oktober 1915 penerbangan perdana dapat dilakukan di Tanjung Priok.

Tanggal tersebut sangat bersejarah karena dikenal dengan Penerbangan Militer yang pertama yang dilakukan di Indonesia. Pesawat terbang terbang tersebut terbang berhasil dengan membuat lingkaran 2 kali 360 derajat diatas Tanjung Priok.

 

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR