Loading
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (YouTube Setpres)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk memburu pelaku penembakan pesawat Smart Air yang terjadi di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Perintah tersebut disampaikan Kapolri saat ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Ia memastikan aparat telah mengantongi informasi awal terkait identitas kelompok pelaku.
“Kami tentunya sudah memerintahkan jajaran yang ada di sana untuk melakukan pengejaran dan pendalaman. Karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujar Listyo Sigit.
Kapolri juga menekankan pentingnya penuntasan kasus ini demi menjamin rasa aman masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa hari ini bisa ditangani dengan baik. TNI dan Polri harus bersinergi untuk mencegah agar tidak terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Kaops Satgas Damai Cartenz Faizal Ramadhani mengungkapkan bahwa kelompok yang diduga melakukan penembakan adalah KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo.
“Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo,” jelas Faizal.
Saat ini, aparat keamanan telah mengerahkan tim untuk melakukan penegakan hukum dan menangkap para pelaku. Penanganan kasus dilakukan secara terukur dan profesional.
Faizal menegaskan, langkah tersebut diambil untuk melindungi masyarakat sekaligus memulihkan situasi keamanan di Papua Selatan.
Kronologi Insiden
Insiden penembakan terjadi saat pesawat Smart Air yang mengangkut 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, mendarat di Lapangan Terbang Korowai pada Rabu (11/2). Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aparat gabungan TNI-Polri kini terus melakukan penyisiran dan pendalaman guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah aksi serupa terulang kembali.