Loading
Konsul Jenderal (Konjen) RI di New York, Winanto Adi, foto bersama dua talenta seni-budaya Indonesia, mezzo-soprano Beatrice Jean Consolata Gobang dan pianis Ayunia Indri Saputro, didampingi inisiator Avanti Fontana di Wisma Konjen RI New York, Sabtu (14/3/2026) lalu. (Foto: Istimewa)
NEW YORK, ARAHKITA.COM – Panggung dunia kembali menjadi saksi kiprah talenta muda Indonesia. Dukungan penuh pun datang dari Konsul Jenderal (Konjen) RI di New York, Winanto Adi, yang menilai seni dan budaya bukan sekadar ekspresi, tetapi juga kekuatan diplomasi Indonesia di tingkat global.
Hal ini disampaikan Winanto saat menyambut dua seniman muda Indonesia, mezzo-soprano Beatrice Jean Consolata Gobang dan pianis Ayunia Indri Saputro, di Wisma Konjen RI New York, Sabtu (14/3/2026).
“Kita bangga dengan talenta muda Indonesia. Teruslah belajar, berkarya, dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” ujarnya.
Menurut Winanto, Indonesia memiliki kekayaan seni yang luar biasa—mulai dari musik klasik vokal hingga alat musik tradisional seperti gamelan—yang telah lama menginspirasi dunia. Karena itu, pengembangan talenta tidak seharusnya hanya berfokus pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), tetapi juga STEAM dengan memasukkan unsur Arts.
“Seni dan budaya punya peran penting dalam membangun citra bangsa dan memperkuat diplomasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya ekosistem kolaboratif dalam mendukung talenta, mulai dari proses pencarian bakat, mentoring, hingga penciptaan karya. Salah satu langkah strategis adalah memperbanyak festival internasional yang dapat membuka peluang kolaborasi dan eksposur global bagi seniman Indonesia.
Prestasi yang Menggema di Carnegie Hall
Nama Beatrice Gobang kembali mencuri perhatian setelah meraih First Prize Winner kategori vokal klasik dalam ajang Golden Classical Music Awards 2026. Prestasi ini membawanya tampil di panggung prestisius Weill Recital Hall, Carnegie Hall New York, Selasa (10/3/2026).
Ini bukan kali pertama Beatrice tampil di Carnegie Hall. Pada Desember 2022, ia juga pernah tampil setelah memenangkan kompetisi internasional lainnya, menandai konsistensinya di kancah global sejak usia muda.
Dalam penampilannya kali ini, Beatrice berkolaborasi dengan pianis Ayunia Indri Saputro dalam sebuah resital bertajuk “Poetry, Roots, Resonance” di Piano-Piano Theater New York.
Kolaborasi Seni dan Perjalanan Global
Ayunia Indri Saputro sendiri bukan nama baru di dunia musik klasik. Pianis asal Surabaya ini telah tampil di berbagai festival internasional dan kini tengah menempuh studi doktoral di bidang pedagogi dan pertunjukan piano di University of Michigan, Amerika Serikat.
Kolaborasi keduanya menghadirkan nuansa unik: perpaduan vokal klasik dan musikalisasi puisi yang tidak hanya menyentuh sisi artistik, tetapi juga membawa identitas Indonesia ke panggung dunia.
Seni, Dukungan, dan Perjalanan Panjang
Perjalanan Beatrice ke New York tidak lepas dari dukungan banyak pihak—mulai dari guru, mentor vokal, sekolah, keluarga, hingga lingkungan terdekat yang terus mendorong proses belajarnya.
“Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan. Semoga perjalanan ini membawa kebaikan bagi banyak orang,” ungkap Beatrice.
Seni sebagai Wajah Indonesia di Dunia
Kisah Beatrice dan Ayunia menjadi pengingat bahwa talenta seni Indonesia memiliki daya saing global. Lebih dari sekadar prestasi, kehadiran mereka di panggung dunia adalah bentuk nyata diplomasi budaya—cara halus namun kuat dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.
Dengan dukungan yang tepat dan ekosistem yang kuat, bukan tidak mungkin semakin banyak talenta Indonesia yang bersinar di panggung dunia.