Dari ‘The Wire‘ hingga ‘Sinners‘, Perjalanan Panjang Michael B. Jordan, Aktor Terbaik Oscar 2026


 Dari ‘The Wire‘ hingga ‘Sinners‘, Perjalanan Panjang Michael B. Jordan, Aktor Terbaik Oscar 2026 Michael B. Jordan (tengah) - Oscars.org

KEMENANGAN Michael B. Jordan sebagai aktor terbaik di ajang Academy Awards 2026 menjadi tonggak penting dalam kariernya di industri film Hollywood. Penghargaan tersebut diraih berkat penampilannya dalam film Sinners, sekaligus menempatkannya dalam daftar eksklusif aktor kulit hitam yang pernah memenangkan kategori tersebut.

Dengan kemenangan ini, Jordan bergabung dengan sejumlah nama besar seperti Will Smith, Jamie Foxx, Forest Whitaker, Denzel Washington, dan Sidney Poitier. Poitier sendiri tercatat sebagai aktor kulit hitam pertama yang memenangkan Oscar aktor terbaik melalui film Lilies of the Field pada 1964.

Pada usia 39 tahun, dilansir The Guardian, Jordan telah membangun reputasi sebagai salah satu aktor Afrika-Amerika paling berpengaruh di generasinya. Ia tidak hanya sukses secara kritik, tetapi juga mampu memimpin berbagai film blockbuster yang sukses di box office.

Dalam pidato penerimaannya, Jordan menyampaikan rasa terima kasih kepada para aktor kulit hitam yang lebih dulu membuka jalan di industri film. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada rekan-rekan yang telah mendukung perjalanan kariernya.

Perjalanan akting Jordan dimulai sejak usia muda di kota Newark, New Jersey. Ia sempat mengalami perundungan di sekolah karena memiliki nama yang sama dengan legenda basket dunia, Michael Jordan. Namun dorongan dari ibunya, Donna Jordan, membantu membawanya masuk ke dunia hiburan sejak usia 11 tahun.

Peran awal yang mengangkat namanya datang melalui serial televisi The Wire karya David Simon, ketika ia memerankan karakter Wallace. Meski bukan tokoh utama, penampilannya dalam serial tersebut dianggap sebagai salah satu momen emosional yang paling diingat oleh penonton.

Kariernya semakin melejit setelah membintangi film Fruitvale Station, yang disutradarai Ryan Coogler. Film yang diangkat dari kisah nyata Oscar Grant itu mendapatkan pujian luas dari kritikus setelah diputar di Sundance Film Festival 2013.

Jordan kemudian merambah film-film besar Hollywood, termasuk waralaba Creed yang merupakan spin-off dari seri Rocky. Dalam film tersebut ia memerankan Adonis Creed, putra dari mantan rival Rocky Balboa, Apollo Creed. Tiga film dalam seri ini sukses besar di box office global.

Kolaborasi Jordan dengan Ryan Coogler juga menghasilkan film Black Panther, di mana ia memerankan karakter antagonis Erik Killmonger. Penampilan tersebut memicu diskusi luas mengenai tema kolonialisme dan identitas Afrika dalam budaya populer.

Kesuksesan film Sinners yang meraup lebih dari ratusan juta dolar di box office semakin memperkuat posisi Jordan di industri film. Film tersebut bahkan melampaui beberapa pesaing Oscar lainnya, termasuk One Battle After Another.

Sebelum kemenangan di Oscar, sebagian pengamat mempertanyakan apakah Jordan lebih tepat disebut sebagai bintang film atau sekadar aktor berbakat. Namun setelah meraih penghargaan tertinggi di industri perfilman itu, jawabannya tampak jelas: Michael B. Jordan adalah keduanya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru