Sabtu, 10 Oktober 2026

Krisis Global Jadi Momentum: Indonesia Percepat Energi Terbarukan dan Kemandirian Energi


 Krisis Global Jadi Momentum: Indonesia Percepat Energi Terbarukan dan Kemandirian Energi Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi, Indonesia justru melihat peluang besar untuk melompat lebih jauh. Krisis yang melanda dunia bukan hanya ancaman, tetapi juga momentum strategis untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi global saat ini menjadi alarm sekaligus dorongan untuk bergerak lebih cepat dalam membangun kemandirian energi nasional.

Menurutnya, arah kebijakan energi Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Namun, situasi krisis membuat percepatan menjadi kebutuhan mendesak.

“Krisis dunia ini justru membuat kita lebih fokus. Strategi kita sudah benar, tinggal dipercepat. Energi kita harus terbarukan,” ujarnya dalam taklimat di Istana Kepresidenan Jakarta dikutip Antara.

Energi Lokal Jadi Kunci Ketahanan Nasional

Dalam perspektif ekonomi hijau, langkah Indonesia tidak hanya soal bertahan, tetapi juga membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan dan mandiri.

Salah satu strategi yang didorong adalah pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) berbasis sumber daya lokal seperti singkong dan jagung. Inovasi ini membuka peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menggerakkan ekonomi sektor pertanian.

Tak hanya itu, Indonesia juga mengeksplorasi teknologi pengolahan energi dari batu bara menjadi bahan bakar alternatif seperti solar dan bensin. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu harus meninggalkan sumber lama, tetapi bisa mengoptimalkannya dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Posisi Strategis Indonesia di Tengah Krisis Energi Global

Salah satu kekuatan Indonesia terletak pada posisi geografis dan struktur pasokan energinya. Berbeda dengan banyak negara lain yang sangat bergantung pada jalur distribusi global seperti Selat Hormuz, Indonesia relatif lebih mandiri.

Hal ini membuat Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gangguan pasokan energi global. Bahkan, dalam skenario tertentu, Indonesia berpotensi menjadi alternatif baru dalam peta energi dunia.

Presiden juga menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Dengan strategi yang tepat, krisis justru bisa menjadi batu loncatan menuju kemandirian energi.

12 Bulan Penentu Arah Energi Indonesia

Dalam pandangan pemerintah, periode satu tahun ke depan menjadi fase krusial. Transformasi energi diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan konkret dalam waktu tersebut.

Jika momentum ini dimanfaatkan dengan maksimal, Indonesia berpeluang keluar dari krisis global dengan posisi yang lebih kuat—baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan energi.

Lebih dari sekadar respons terhadap krisis, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru