Sabtu, 10 Oktober 2026

PT MRT Gelontorkan Rp300 Miliar Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta


 PT MRT Gelontorkan Rp300 Miliar Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta Desain tampilan pedestrian deck Dukuh Atas yang akan dibangun PT MRT di atas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. ANTARA/HO-MRT

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kawasan Dukuh Atas akan memiliki wajah baru. PT MRT Jakarta menginvestasikan lebih dari Rp300 miliar untuk membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, sebuah jalur pejalan kaki melingkar yang diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan Sudirman sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di Ibu Kota.

Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan proyek tersebut saat ini masih berada dalam proses tender. Nilai investasinya diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 miliar.

"Prosesnya masih tender dan nilai investasi untuk pembangunan mencapai lebih dari Rp300 miliar," ujar Agus didampingi TOD Planning Department Head Sagita Devi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Agus menegaskan pembangunan ini tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta. Seluruh pembiayaan berasal dari investasi yang diterima PT MRT Jakarta serta dukungan pembiayaan melalui skema pinjaman (loan).

"Sebagian berasal dari dana investasi dan sebagian lagi dari pinjaman," jelasnya.

Menurut Agus, anggaran tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk proses pembangunan fisik. PT MRT juga memastikan proyek ini tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memanfaatkan kerja sama dengan berbagai pihak yang sudah terhubung dengan kawasan tersebut.

Dirancang Menjadi Pusat Transit Modern

Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang berbentuk lingkaran dengan struktur yang mampu menahan beban hingga 500 kilogram per meter persegi. Kehadirannya diharapkan menjadi simpul utama perpindahan moda transportasi publik yang nyaman dan aman.

Jalur ini akan menghubungkan berbagai layanan transportasi, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga Kereta Bandara.

Tak hanya berfungsi sebagai penghubung, kawasan ini juga akan menjadi ruang publik baru. Di sisi utara dan selatan pedestrian deck akan tersedia area selebar sekitar tujuh meter yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sekaligus menikmati panorama kota Jakarta.

"Di sini nantinya juga akan hadir galeri sejarah," kata Agus.

Ditargetkan Rampung Tahun 2028

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pemerintah menargetkan proyek strategis tersebut selesai pada 2028.

"Saya nyatakan pencanangan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas resmi dimulai. Semoga pembangunan ini semakin memperkuat sistem transportasi Jakarta," ujar Pramono dikutip Antara.

Infrastruktur ini dirancang berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar sekitar 12 meter. Selain menjadi jalur pejalan kaki, kawasan tersebut juga akan dilengkapi area komersial yang mendukung aktivitas masyarakat.

Pramono optimistis kehadiran pedestrian deck akan memperkuat konektivitas seluruh moda transportasi publik, termasuk meningkatkan pemanfaatan Kereta Bandara melalui sistem integrasi dan layanan city check-in di masa mendatang.

Dengan konsep transportasi terpadu dan ruang publik modern, Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan menjadi simbol baru Jakarta sebagai kota yang semakin ramah bagi pejalan kaki sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru