Loading
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026). (ANTARA/Bayu Saputra)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah optimistis target pendapatan negara pada 2026 bisa tercapai. Keyakinan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seiring membaiknya kinerja penerimaan pajak dan bea cukai dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Purbaya, perbaikan mulai terlihat setelah dilakukan restrukturisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah pembenahan tersebut dinilai mulai memberikan dampak nyata terhadap penerimaan negara.
“Kelihatannya target tahun ini akan baik. Bea Cukai juga akan bagus. Jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan Bea Cukai,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Tak hanya restrukturisasi, pemerintah juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sistem penerimaan negara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat pengawasan perpajakan.
Purbaya menilai teknologi akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan negara.
Baca juga:
Menkeu Purbaya Optimistis Target Pendapatan Negara 2026 Tercapai, Coretax dan AI Jadi AndalanIa juga menyoroti implementasi sistem Coretax yang perlahan mulai menunjukkan hasil positif. Meski masih menuai sejumlah keluhan dari wajib pajak, sistem tersebut dinilai mampu membantu proses penghitungan pajak menjadi lebih otomatis dan akurat.
Menurutnya, perubahan sistem memang membutuhkan proses adaptasi. Namun, dalam jangka panjang Coretax diyakini dapat memperkuat sistem administrasi perpajakan nasional.
“Sekarang masih ada protes, tapi sudah jauh berkurang. Kinerja Coretax juga bisa meningkatkan pendapatan pajak cukup signifikan karena semuanya dihitung hampir otomatis, jadi orang tidak bisa lari,” katanya dikutip Antara.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, target pendapatan negara dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sementara itu, hingga April 2026 realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi pemerintah dalam menjaga momentum penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan kombinasi restrukturisasi kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan sistem perpajakan berbasis Coretax, pemerintah berharap penerimaan negara dapat semakin optimal dalam menopang pembangunan nasional.