Loading
Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming, dalam acara forum bisnis Indonesia-China dan pendirian Asosiasi Alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Nabil Ihsan.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Dukungan pemerintah Indonesia terhadap investasi asing di proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat apresiasi dari kalangan pengusaha China. Mereka menilai komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam melanjutkan pembangunan IKN menjadi sinyal positif bagi investor global.
Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming, mengatakan pihaknya melihat Indonesia semakin terbuka terhadap kerja sama internasional, khususnya dalam pembangunan kawasan strategis seperti IKN.
“Kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang terus mendukung keterlibatan investor asing dalam pembangunan IKN,” ujar Lu di Jakarta, Selasa (26/5/2026).Pernyataan itu disampaikan usai forum bisnis Indonesia-China sekaligus pendirian asosiasi alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB).
Lu mengungkapkan, perusahaan yang dipimpinnya telah menandatangani kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara sejak awal tahun 2026 untuk mengembangkan sejumlah proyek di kawasan ibu kota baru tersebut.
Beberapa proyek yang tengah berjalan meliputi pembangunan apartemen, kawasan retail, hingga area perkantoran. Menurutnya, progres pembangunan sejauh ini berlangsung cukup lancar karena dukungan infrastruktur dasar yang sudah tersedia.
“Infrastruktur air dan listrik sudah tersambung langsung ke lokasi proyek kami, sehingga proses pembangunan bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Lu juga menilai IKN memiliki potensi besar menjadi kota global baru di Asia Tenggara. Ia melihat keterlibatan berbagai negara dalam pembangunan IKN menjadi salah satu kekuatan utama kawasan tersebut.
Saat ini, investasi asing di IKN datang dari berbagai negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Emirat Arab. Kehadiran investor internasional itu dinilai semakin memperkuat citra IKN sebagai kota masa depan yang modern dan terbuka.
Menurut Lu, nilai investasi China di IKN hingga saat ini telah mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp5,2 triliun. Angka tersebut diyakini masih akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Ia bahkan optimistis IKN dapat berkembang menjadi kawasan urban yang maju dan relatif makmur dalam dua hingga tiga tahun mendatang apabila pembangunan terus berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, Lu berharap pemerintah dapat segera membuka bandara di kawasan IKN untuk penerbangan komersial internasional. Menurutnya, akses langsung menuju IKN akan mempermudah investor asing melihat perkembangan proyek secara langsung tanpa harus transit di Balikpapan.
“Kalau investor bisa langsung terbang ke IKN, mereka bisa melihat kawasan inti pemerintahan dalam waktu singkat. Itu akan memberikan kesan yang lebih kuat terhadap perkembangan IKN,” katanya dikutip Antara.
Pembangunan IKN sendiri hingga kini terus menjadi salah satu proyek strategis nasional yang mendapat perhatian dunia internasional, terutama terkait peluang investasi dan pengembangan kota berkonsep hijau serta berkelanjutan.