Loading
Syukuran dan Doa Bersama menrayakan perjalanan Maluku City Mall yang ke-13 tahun digelar di Convention Hall MCM yang dihadiri seluruh Staff Management dan Outsourcing pada Sabtu 23 Mei 2026. (Foto-Foto: Dok. MCM)
AMBON, ARAHKITA.COM - Memasuki usia ke-13 tahun tepatnya 23 Mei 2026 Maluku City Mall terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling dikenal di Maluku. Bukan sekadar tempat belanja, mall yang berada di Kota Ambon ini kini berkembang menjadi ruang berkumpul, pusat hiburan, hingga destinasi gaya hidup masyarakat.
Asisten General Manager Maluku City Mall, Romi Rianggi, mengatakan perjalanan selama 13 tahun menjadi momen penuh rasa syukur sekaligus kebanggaan bagi manajemen. Sejak mulai beroperasi pada 2013, Maluku City Mall terus tumbuh bersama masyarakat Maluku dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga.
“13 tahun merupakan perjalanan yang penuh rasa syukur dan kebanggaan bagi kami. Maluku City Mall hadir bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon,” ujar Romi Rianggi.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut tentu tidak selalu mudah. Tantangan demi tantangan harus dihadapi, mulai dari perubahan kondisi ekonomi, pandemi, perubahan perilaku konsumen, hingga persaingan digital yang semakin ketat.
Namun di tengah berbagai perubahan itu, Maluku City Mall tetap mampu bertahan dan berkembang. Romi Rianggi menyebut konsistensi, inovasi, pengelolaan yang baik, serta hubungan erat dengan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat MCM tetap relevan hingga saat ini.
Bertransformasi Menjadi Lifestyle Destination
Dari tahun ke tahun, perkembangan Maluku City Mall dinilai cukup signifikan. Tenant yang hadir semakin beragam, jumlah pengunjung terus bertambah, dan konsep pelayanan juga semakin berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.
Kini, Maluku City Mall tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat berbelanja. Mall ini perlahan bertransformasi menjadi lifestyle destination atau ruang gaya hidup masyarakat Ambon.
Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menikmati kuliner, hiburan, event komunitas, hingga berbagai kegiatan kreatif yang rutin digelar.
“Inovasi sangat penting di era digital saat ini. Mall harus mampu menghadirkan pengalaman yang tidak bisa didapatkan secara online,” kata Romi Rianggi.
Karena itu, Maluku City Mall terus menghadirkan berbagai event menarik, promosi digital, hingga peningkatan fasilitas demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM Maluku
Sebagai mall terbesar di Maluku, MCM juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadirannya membuka banyak lapangan kerja sekaligus memberi ruang bagi tenant dan pelaku usaha lokal untuk berkembang.Manajemen Maluku City Mall secara rutin melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kegiatan bazar, festival, hingga promosi produk khas Maluku. Langkah ini dilakukan agar produk lokal semakin dikenal masyarakat luas.
Romi Rianggi menilai Ambon dan Maluku memiliki potensi besar di sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Karena itu, Maluku City Mall ingin menjadi salah satu ruang yang ikut mendukung perkembangan sektor tersebut.
“Kami melihat potensi Maluku sangat besar, baik dari sektor pariwisata, budaya, maupun ekonomi kreatif. Ambon memiliki daya tarik yang unik,” jelasnya.
Jadi Ruang Berkumpul Generasi Muda dan Komunitas
Selain fokus pada bisnis, Maluku City Mall juga aktif membangun hubungan dengan masyarakat dan komunitas lokal. Berbagai kegiatan sosial, event budaya, hingga aktivitas kreatif generasi muda rutin digelar di area mall.
Menurut Romi Rianggi, saat ini mall memiliki fungsi yang lebih luas dibanding beberapa tahun lalu. Mall bukan lagi sekadar pusat transaksi, melainkan ruang interaksi sosial masyarakat.
Karena itu, Maluku City Mall terus berupaya menghadirkan suasana yang nyaman bagi keluarga, anak muda, maupun komunitas kreatif di Ambon.
Berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan MCM selama 13 tahun terakhir.
Occupancy Sudah 100 Persen, MCM Siapkan Pengembangan Baru
Ke depan, fokus utama Maluku City Mall adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pengunjung. Manajemen juga terus melakukan evaluasi terhadap fasilitas maupun tenant yang ada.
Menariknya, Romi Rianggi mengungkapkan bahwa tingkat occupancy atau keterisian tenant di MCM saat ini sudah mencapai 100 persen. Kondisi tersebut membuka peluang adanya penambahan area baru di masa mendatang.
Selain menghadirkan tenant baru, MCM juga akan memperkuat konsep event kreatif, hiburan, serta aktivitas yang mampu menarik minat generasi muda dan wisatawan.
Di tengah maraknya marketplace online, Maluku City Mall tetap optimistis pusat perbelanjaan modern masih memiliki kekuatan tersendiri.
“Kami percaya pengalaman langsung tetap menjadi kekuatan mall. Kenyamanan, hiburan, interaksi sosial, dan pengalaman langsung tidak bisa digantikan platform online,” ujar Romi Rianggi.
Peran Besar Fransiscus Go di Balik PerjalananMCM
Dalam perjalanan panjang Maluku City Mall, nama Fransiscus Go turut menjadi sosok penting di balik perkembangan MCM hingga saat ini.
Romi Rianggi menyebut Fransiscus Go sebagai figur visioner yang memiliki komitmen besar menghadirkan pusat perbelanjaan modern di Maluku.
Dengan kepemimpinan, semangat, dan konsistensinya, Maluku City Mall mampu bertahan sekaligus berkembang hingga memasuki usia ke-13 tahun.
Tak hanya berorientasi pada bisnis, Fransiscus Go juga disebut selalu mendorong agar MCM mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Harapan di Usia ke-13 Tahun
Memasuki usia yang semakin matang, Maluku City Mall berharap dapat terus tumbuh bersama masyarakat Maluku dan menjadi pusat aktivitas yang memberi dampak positif bagi daerah.
Romi Rianggi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Maluku yang selama ini terus mendukung perjalanan MCM.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat selama 13 tahun ini. Kehadiran MCM tidak akan berarti tanpa dukungan seluruh masyarakat Maluku,” tutupnya.
Bagi Maluku City Mall, perjalanan 13 tahun bukan sekadar soal bertahan, tetapi tentang bagaimana terus menghadirkan ruang kebersamaan, hiburan, dan harapan untuk masa depan Maluku yang lebih baik.
Tentang Maluku City Mall
Maluku City Mall adalah ikon pusat belanja, hiburan, dan gaya hidup keluarga di Kota Ambon yang hadir di lokasi strategis kawasan Tantui, dekat Jembatan Merah Putih. Dengan tenant nasional, kios lokal, pilihan kuliner, area hiburan anak, convention center, dan ruang event, MCM menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan harian, berkumpul, berbelanja, dan menikmati waktu bersama keluarga.
Lebih dari sekadar mall, Maluku City Mall terus berkembang sebagai destinasi kebanggaan Maluku yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka ruang bagi pelaku usaha daerah, dan menghadirkan pengalaman yang nyaman, hangat, dan relevan bagi masyarakat Ambon.