Sabtu, 10 Oktober 2026

Prabowo Siapkan Pabrik Avtur dari Sawit dan Minyak Jelantah, Indonesia Bidik Kemandirian Energi


 Prabowo Siapkan Pabrik Avtur dari Sawit dan Minyak Jelantah, Indonesia Bidik Kemandirian Energi Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Indonesia mulai melangkah serius dalam mengembangkan energi alternatif. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar untuk membangun pusat-pusat pengolahan yang akan mengubah kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Dalam sambutannya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar dalam bahan baku.

“Kita punya kelapa sawit yang melimpah. Bahkan, avtur ke depan bisa diproduksi dari minyak jelantah—limbah sisa minyak goreng yang selama ini sering terbuang,” ujarnya.

Dari Limbah Jadi Energi Bernilai Tinggi

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi avtur menjadi salah satu terobosan penting. Selain mengurangi limbah, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru berbasis daur ulang energi.

Tak hanya wacana, pemerintah juga menyiapkan investasi besar untuk membangun fasilitas pengolahan atau refinery di berbagai daerah.

“Dalam waktu dekat, kita akan membuka pusat-pusat pengolahan. Investasinya akan besar,” kata Prabowo.

Momentum di Tengah Krisis Global

Menurut Prabowo, kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik dan krisis energi justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Ia menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk mandiri secara energi karena kaya akan sumber daya alam.Selain sawit dan jelantah, pemerintah juga mendorong pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung.

Bahkan, teknologi pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair juga masuk dalam rencana.

Langkah ini diharapkan dapat menekan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Optimisme Ketahanan Energi Indonesia

Prabowo optimistis Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi gejolak global. Dengan sumber energi yang beragam dan tersedia di dalam negeri, Indonesia dinilai relatif lebih aman dari gangguan pasokan energi dunia.

“Setelah kita kaji, ternyata kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” ujarnya dikutip Antara.

Ke depan, transformasi energi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang masa depan Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaulat dalam energi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru