Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan


 Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah memastikan belum ada rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hingga saat ini pemerintah masih mampu menjaga stabilitas harga BBM subsidi. Kenaikan harga minyak global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah belum membuat pemerintah mengambil langkah penyesuaian harga.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam arti menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2025).

Menurut dia, kondisi pasokan energi di dalam negeri masih cukup aman. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang memastikan ketersediaan bahan bakar masih stabil.

Purbaya menjelaskan, perkembangan harga minyak dunia sejauh ini masih berada dalam batas yang dapat ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan kata lain, kemampuan fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk meredam dampak fluktuasi harga minyak.

Namun demikian, pemerintah tetap akan mencermati perkembangan harga minyak global dalam beberapa waktu ke depan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Kita lihat dulu kondisi dalam satu bulan ke depan. Jika diperlukan, baru kita ambil kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Indonesia, kata dia, sudah beberapa kali menghadapi lonjakan harga minyak dunia dan tetap mampu melewatinya dengan kebijakan yang tepat.

“Percaya saja, kita sudah beberapa kali menghadapi harga minyak tinggi dan negara ini tetap berjalan baik karena kebijakannya disesuaikan,” kata Purbaya dikutip Antara.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa pasokan BBM nasional masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang bulan puasa dan perayaan Idul Fitri.

Ia bahkan memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia meningkat tajam.

Di pasar global, harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan sempat menyentuh 118 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Juni 2022.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, ketika minyak Brent berada di kisaran 64 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sekitar 57,87 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikelola sehingga belum memerlukan perubahan kebijakan terkait harga BBM subsidi di dalam negeri.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru