Jumat, 16 Januari 2026

IHSG Menguat di Tengah Sikap Wait and See Pasar Menjelang Keputusan The Fed


 IHSG Menguat di Tengah Sikap Wait and See Pasar Menjelang Keputusan The Fed HSG dibuka menguat di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (9/12/2025), meski sentimen pasar masih dibayangi sikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

IHSG dibuka naik 32,52 poin atau sekitar 0,37 persen ke level 8.743,21. Sementara indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, turut menguat 5,04 poin atau 0,59 persen ke 860,11.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai optimisme pasar mulai meningkat setelah data belanja konsumen AS melemah. Kondisi ini memperbesar peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025. FedWatch CME bahkan mencatat probabilitas pemotongan mencapai 89 persen, menjadikan keputusan bank sentral tersebut sebagai sentimen paling dominan di pasar global saat ini.

Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati. Dengan berakhirnya musim laporan keuangan, tidak banyak katalis kuat yang dapat menggerakkan pasar selain keputusan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Kebijakan DHE SDA Jadi Sorotan Domestik

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada revisi aturan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan mulai berlaku 1 Januari 2026. Dalam ketentuan terbaru, seluruh DHE SDA wajib ditempatkan selama 12 bulan pada rekening khusus (reksus) di bank-bank Himbara, dengan porsi konversi maksimal 50 persen dari total dana yang ditempatkan.

Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dolar AS di pasar domestik sekaligus meningkatkan transparansi aliran devisa. Bagi sektor perbankan, terutama bank-bank BUMN, aturan ini dipandang sebagai katalis positif karena berpotensi menambah dana pihak ketiga (DPK) dan memperkuat likuiditas valas.

Pelaku pasar menilai, tambahan arus dana ekspor yang lebih stabil dapat mendorong kinerja sektor perbankan Himbara dalam beberapa bulan ke depan dikutip Antara.

Bursa Global Bergerak Beragam

Pasar saham Eropa menutup perdagangan Senin (08/12) dengan pergerakan bervariasi. Euro Stoxx 50 melemah tipis 0,01 persen, FTSE 100 terkoreksi 0,65 persen, DAX Jerman naik tipis 0,07 persen, sementara CAC Prancis melemah 0,07 persen.

Di Wall Street, tiga indeks utama AS kompak berada di zona merah. S&P 500 turun 0,35 persen ke 6.846,51, Dow Jones terkoreksi 0,45 persen ke 47.739,32, dan Nasdaq melemah 0,25 persen ke 25.627,95.

Sementara itu, bursa Asia pagi ini bergerak campuran. Nikkei naik 0,16 persen ke 50.678,31, Shanghai Composite melemah 0,07 persen ke 3.921,60, Hang Seng merosot 0,70 persen ke 25.578,33, sedangkan Straits Times menguat 0,22 persen ke posisi 4.518,90.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru