Kamis, 11 Desember 2025

Banggar DPR Usul Dana On Call Rp4 Triliun Difokuskan untuk Penanganan Bencana di Sumatera


 Banggar DPR Usul Dana On Call Rp4 Triliun Difokuskan untuk Penanganan Bencana di Sumatera Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah, Jakarta, Selasa (22/7/2025). ANTARA/HO-DPR RI

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendorong pemerintah memaksimalkan penggunaan dana on call atau dana siap pakai dalam APBN 2025 — yang mencapai Rp4 triliun — untuk mempercepat penanganan bencana besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Said menegaskan bahwa dukungan anggaran tersebut penting untuk dua tahap utama: tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Kondisi di lapangan, menurutnya, masih jauh dari ideal.

“Dalam waktu dekat, kebutuhan tanggap darurat harus dikebut agar warga terdampak banjir dan longsor tidak kekurangan makanan,” ujar Said dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Ia mengaku pilu melihat pemberitaan tentang warga yang terpaksa menjarah toko dan gudang Bulog. Menurutnya, tindakan tersebut besar kemungkinan dilakukan karena ketiadaan bantuan yang memadai untuk bertahan hidup.

Karena itu, Said mendesak agar pemerintah segera memperluas distribusi bantuan dasar, mulai dari lokasi pengungsian layak, suplai makanan, fasilitas MCK, hingga selimut dan pakaian bersih. Ia juga menekankan pentingnya layanan pemulihan psikologis, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Di tahap berikutnya, Said menyebut dana on call juga harus bisa menopang program rehabilitasi dan rekonstruksi. Kebutuhan ini sangat besar sehingga dapat dilanjutkan melalui skema multiyears di 2026 dan tahun-tahun setelahnya.

Rehabilitasi akan difokuskan pada pemulihan layanan umum seperti rumah sakit, sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dan infrastruktur dasar. Sementara rekonstruksi digunakan untuk membangun kembali fasilitas yang rusak berat, termasuk jalan, jembatan, pasar, hingga layanan publik lainnya.

“Anggaran rekonstruksi biasanya jauh lebih besar. Pemerintah perlu memastikan alokasi yang memadai agar pemulihan berjalan cepat,” tambahnya dikutip Antara.

Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mengakibatkan kerusakan masif. BNPB melaporkan, hingga 3 Desember 2025 pagi, terdapat 753 korban meninggal, 650 orang belum ditemukan, 2.600 warga luka, dan lebih dari 576 ribu orang mengungsi. Ribuan rumah serta fasilitas publik juga porak-poranda.

Said menyebut tragedi tersebut sebagai duka nasional dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap seluruh pihak dapat bergotong royong mempercepat penanganan.

“Pemerintah harus mengerahkan seluruh sumber daya nasional agar respons yang diberikan cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh,” tegasnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru